JAKARTA, iNews.id - Nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali masuk dalam daftar muslim paling berpengaruh di dunia tahun 2021. Jokowi berada di urutan ke-12.
Daftar tersebut dirilis The Muslim 500. Posisi Jokowi dalam daftar itu naik satu peringkat dari tahun sebelumnya.
Selain Jokowi, ada dua orang Indonesia lainnya yang masuk dalam daftar itu. Keduanya yakni Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siradj di urutan ke-18, dan Habib Luthfi bin Yahya di urutan ke-32.
Berada di urutan teratas dalam daftar itu yakni Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Dia menggeser Syekh Muhammad Taqi Usmani dari India yang kini merosot ke urutan ke-5.
Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud juga naik peringkat ke posisi 2, sementara tahun lalu di peringkat ke-6.
Posisi lima besar 50 muslim paling berpengaruh di dunia diisi Erdogan, Raja Salman, Ayatollah Ali Khamenei (pemimpin tertinggi Iran), dan Syekh Muhammad Taqi Usmani.
Nama-nama populer di telinga lain yang masuk dalam daftar 50 besar adalah Putra Mahkota Uni Emirat Arab Syeikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (peringkat 7), Perdana Menteri Pakistan Imran Khan (15), pemimpin Hizbullah Lebanon Hassan Nasrallah (20), Putra Mahkota Arab Saudi Mohemmed bin Salman (23), ulama Qatar Yusuf Al Qaradawi, Presiden Singapura Halimah Yacob (37), dan pemain sepak bola Mohamed Salah (42).
Dalam pernyataan, The Muslim 500 menjelaskan saat ini ada sekitar 1,9 miliar umat Islam di dunia atau 26 persen dari total populasi dunia.
"Publikasi ini bertujuan untuk memastikan pengaruh beberapa muslim terhadap komunitas atau atas nama komunitas tersebut," bunyi pernyataan.
Nilai 'pengaruh' dinilai dari sejauh mana dia memiliki kekuatan, baik secara budaya, ideologis, keuangan, politik, atau lainnya, untuk membuat perubahan yang akan berdampak signifikan pada dunia Islam atau muslim. Bukan hanya memilih para pejabat, tokoh, atau pesohor, orang-orang yang menjadi perintis atau tinggal di daerah terpencil juga diperhitungkan dalam penilaian The Muslim 500.
"Kami memberikan bobot kepada orang-orang yang mendobrak hambatan dan pengaruh lokal serta pengaruh global. Ini berarti daftar nama kami akan berubah secara bertahap, bukan secara dramatis, dari tahun ke tahun," bunyi keterangan.
Ada 13 kategori pengaruh individu muslim yang dimasukkan dalam penilaian, yakni ilmiah, politik, administrasi urusan agama, juru dakwah dan pembimbing spiritual, filantropi lembaga amal atau pembangunan, isu sosial, bisnis, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, pelafal Alquran, media massa, selebritas dan atlet, serta ekstremis.
Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait