Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji. (Foto: Antara)

PONTIANAK, iNews.id - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji memetakan potensi pertanian di wilayahnya. Dia meminta masyarakat menggali potensi itu untuk memenuhi kebutuhan industri.

"Di sektor pangan seperti talas dan singkong itu bisa dikembangkan," kata Sutarmidji di Pontianak, Minggu (4/4/2021).

Dia mencontohkan Kabupaten Kapuas Hulu yang selama ini mengambil bahan baku tepung dari Lampung untuk kebutuhan industri kerupuk basah. Padahal daerah tersebut mampu untuk memroduksi tepung itu sendiri karena lahan pertanian yang tersedia.

"Padahal kita bisa produksi sendiri sebetulnya," katanya.

Kemudian untuk talas di Singkawang juga ternyata memiliki potensi yang besar, karena produktivitasnya mencapai 25 ton per hektare. Talas tersebut buahnya besar dan cocok untuk tepung.

Berikutnya yakni sukun yang tumbuh subur di Kalbar. Dalam setahun bisa dua kali panen dan satu pohon bisa menghasilkan hingga 100 buah sukun.

"Saat ini belum ada buat tepung dan hanya jual buah bulat Rp8.000 per kilogram. Ini potensi," ujarnya.

Komoditi lain yakni pisang kepo dan kapas yang memiliki permintaan tinggi dari dalam dan luar negeri. Menurutnya pisang jenis ini bisa dimaksimalkan budidayanya.

Selain subsektor pangan, Sutarmidji juga menyoroti subsektor perikanan. Salah satunya budidaya ikan semah. 

"Kalbar cocok untuk budidaya ikan semah karena sumber air baik dan cocok seperti daerah Singkawang dan Bengkayang," katanya.

Sutarmidji mengatakan, ikan semah sendiri dari berbagai sumber menyebutkan masih sekerabat dengan ikan mas. Ikan ini populer sebagai bahan pangan kelas tinggi dan biasa dijumpai dan dikonsumsi di Indonesia dan Malaysia.

Ikan semah dapat mencapai panjang sekitar satu meter walaupun tangkapan yang dijual biasanya berukuran maksimum 30 cm. Ikan ini hidup di sungai-sungai beraliran deras di pegunungan.

"Bagi sebagian masyarakat Tionghoa Indonesia, ikan ini termasuk jenis ikan yang disajikan dalam perayaan hari raya Imlek dan dihargai dengan nilai tinggi," katanya.


Editor : Reza Yunanto

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network