WASHINGTON, iNews.id - Seorang pria Amerika Serikat (AS) bernama Roody Thomas (44) nangkring berhari-hari di pohon agar tidak ditangkap polisi. Thomas sebelumnya dituduh atas penyerangan pacarnya.
Insiden itu dimulai pada Rabu sore, ketika polisi dipanggil ke rumah Roody Thomas (44) karena terjadi keributan rumah tangga di mana dia diduga mengancam ibunya yang berusia 65 tahun. Dia awalnya pergi ke atap rumahnya untuk menghindari penangkapan. Namun, kemudian melompat ke pohon setinggi 30 kaki di dekatnya ketika semakin banyak polisi yang datang untuk mendorongnya agar menyerah.
Lebih dari dua hari kemudian, dia tetap berada di pohon itu. Sejumlah jalan kemudian diblokir ketika polisi, teman, dan tetangga tidak berhasil merayunya untuk turun. Menurut New York Daily News beberapa bahkan menawarinya bir atau rum untuk turun, tetapi pada Kamis malam, dia tampaknya mulai menikmati dirinya menjadi pusat perhatian.
"Sekarang dunia sedang menonton," katanya seperti dilansir Russia Today dari New York Daily News, Sabtu (9/10/2021).
The Daily News mengutip tetangga yang mengatakan bahwa respons polisi berlebihan karena Thomas tidak mengancam siapa pun. Tetangga itu tampaknya mengabaikan tuduhan bahwa dia memberi tahu ibunya yang sudah lanjut usia bahwa dia akan membunuhnya.
Warga juga membelanya sebagai tindakan nonkekerasan, meskipun faktanya dia juga dicari karena meninju wajah pacarnya yang berusia 50 tahun. Tetangga lain mengatakan kepada surat kabar bahwa polisi menahan pria itu.
"Dia tidak melakukan apa-apa. Memanjat pohon sendiri di halaman rumah bukanlah hal yang ilegal, kawan,” ucap tetangga tersebut.
Pandangan itu tampaknya mengabaikan fakta bahwa polisi berusaha menangkap Thomas karena penyerangan, bukan memanjat pohon.
Tersangka dilaporkan takut kembali ke penjara karena dia diduga dianiaya oleh petugas saat dipenjara pada tahun 2012. Tetangga mengatakan dia sering memanjat pohon, yang berada di dekat rumah ibunya, tempat dia tinggal.
Pendeta Departemen Kepolisian New York Reba Perry, yang kebetulan tinggal di lingkungan yang sama, membenarkan pernyataan tersebut.
"Ini adalah sesuatu yang dia lakukan secara teratur," kata Perry kepada jaringan televisi lokal ABC News, WABC-TV.
“Dia masuk ke pohon. Bukan hal yang aneh baginya untuk berada di pohon. Dia dari Haiti. Mereka memanjat pohon,” katanya lagi.
Wartawan WABC-TV Stacey Sager mengatakan Thomas akhirnya turun di tengah jalan pada Jumat sore untuk mengambil makanan yang dibawakan oleh polisi, lalu kembali ke tempatnya bertengger. Outlet itu mengatakan dia kemudian naik ke atap rumah ibunya dan melalui jendela, tetapi polisi dilaporkan masih menunggu dia untuk menyerah.
Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait