Ilustrasi ekspor. (Foto: Istimewa)

PONTIANAK, iNews.id - Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar) diminta untuk dioperasikan di tengah membaiknya harga CPO. Hal ini dinilai dapat memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat Kalbar, khususnya dari pungutan pajak ekspor dan lainnya.

Hal ini disampaikan ​Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Prof Dr Eddy Suratman. Menurutnya, kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan andalan Kalbar.

"Komoditas ini tengah menunjukkan tren harga yang semakin membaik. Dengan membaiknya harga CPO atau minyak sawit mentah maka akan dapat memberikan dampak ekonomi yang besar bagi Kalbar baik bagi petani, pelaku usaha dan daerah ini," katanya, Selasa (20/10/2020).

Dia memprediksi, dengan beroperasinya pelabuhan yang berlokasi di Kabupaten Mempawah itu akan menjadi daya tarik investasi yang besar bagi Kalbar. Investor akan mendekat ke infrastruktur yang strategis, apalagi itu merupakan pelabuhan internasional.

“Saya percaya selesainya pelabuhan itu akan menjadi penarik yang luar biasa untuk masuknya investasi ke Kalbar," katanya.

Di tengah kontraksi ekonomi yang terjadi akibat pandemi Covid- 19, salah satu langkah yang dapat dilakukan pemerintah, khususnya pemerintah provinsi Kalbar yakni dengan menarik investasi. Kalbar memiliki proyek strategi nasional (PSN) Pelabuhan Internasional Kijing.

"Mestinya, operasional pelabuhan itu dapat segera dilakukan pada tahun ini, sehingga mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kalbar,"  katanya.

Sebelumnya, uji coba ekspor CPO telah dilakukan pada akhir Agustus 2020 lalu. Dengan uji coba tersebut menjadi penanda akan segera beroperasinya pelabuhan internasional yang berlokasi di Kabupaten Mempawah tersebut.

Berdasarkan data KPP Bea Cukai Pontianak, sudah dua perusahaan kelapa sawit yang melakukan ekspor CPO melalui pelabuhan internasional tersebut. Pertama yakni PT Wawasan Kebun Nusantara pada 30 Agustus 2020 tujuan ke India, dengan volume CPO mencapai 5.000 ton.

Perusahaan kedua yakni PT Energi Unggul Persada. Volume ekspor CPO mencapai 16.000 ton tujuan ke India pada 27 September 2020.

Negara seperti Tiongkok, India dan negara-negara Asia Timur Iainnya memang menjadi pasar terbesar CPO Kalbar. Negara tersebut lebih dekat bila ditempuh dari Pelabuhan Kijing.


Editor : Umaya Khusniah

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network