2 Staf Positif Covid-19, Puskesmas di Pontianak Selatan Ditutup untuk Sterilisasi

Antara ยท Jumat, 21 Agustus 2020 - 15:54:00 WIB
2 Staf Positif Covid-19, Puskesmas di Pontianak Selatan Ditutup untuk Sterilisasi
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu mengatakan, pihaknya telah menutup sementara operasional Puskesmas Purnama, Kecamatan Pontianak Selatan, menyusul ada dua stafnya positif Covid-19. (Foto: Istimewa)

PONTIANAK, iNews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak menutup sementara operasional Puskesmas Purnama, Kecamatan Pontianak Selatan, menyusul dua stafnya yang positif terinfeksi Covid-19. Selama penutupan tersebut, puskesmas akan disterilisasi.

Kepala Dinkes Kota Pontianak, Kalbar, Sidiq Handanu mengatakan, seluruh ruangan di Puskesmas Purnama akan disemprot disinfektan untuk memastikan fasilitas kesehatan itu steril dari virus corona. Dinkes juga akan menggelar tes usap kepada para petugas.

"Semua staf dan petugas di Puskesmas Purnama akan kami lakukan tes usap. Tes itu rencananya dilakukan Sabtu besok (22/8/2020)," kata Sidiq Handanu di Pontianak, Jumat (21/8/2020).

Sidiq mengatakan, dua petugas di Puskesmas Purnama yang terinfeksi virus corona termasuk dalam tujuh kasus baru positif Covid-19 di Kota Pontianak. Sisanya pasien dari transmisi lokal dan Rumah Sakit Kartika Husada.

Menurut dia, semua yang kontak erat dengan ketujuh orang tersebut akan dilacak dan dites usap. Sementara tujuh pasien Covid-19 diisolasi, baik mandiri maupun di Rumah Isolasi Rusunawa Pontianak.

Sementara Kepala Dinkes Provinsi Kalbar, Harisson mengatakan, sampai hari ini, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di daerah itu bertambah menjadi 500 kasus. Ada penambahan 29 kasus dari data Kamis kemarin.

"Sampai tanggal 20 Agustus kemarin, angka kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kalbar sebanyak 471. Dari jumlah tersebut, 424 orang sembuh dan 4 orang meninggal. Namun hari ini ada tambahan 29 kasus sehingga total 500," katanya.

Harisson merinci, dari 29 penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 tersebut, di Kubu Raya 10 orang, Pontianak tujuh orang dan Sambas enam orang. Kemudian, kasus yang berasal dari luar daerah Kalbar sebanyak enam orang.

Melihat perkembangan kasus yang ada dan perubahan status pada peta penyebarluasan Covid-19 di beberapa daerah, pihaknya meminta agar pemerintah daerah (pemda) benar-benar serius menanggapi kasus di daerahnya.

Dia mencontohkan, Kabupaten Mempawah yang awalnya berada di zona hijau, jika tidak ditanggulangi dengan cepat, bisa berpotensi jadi zona merah. Dia mencontohkan, petugas baru saja melakukan pemeriksaan di satu sekolah, namun sudah ada delapan kasus Covid-19 dan semuanya guru.

"Kami minta agar Pemkab Mempawah ekstra hati-hati dan terus sosialisasi ke masyarakat untuk pelaksanaan protokol kesehatan. Kalau sampai lengah, bisa menjadi oranye atau merah," kata Harisson.

Editor : Maria Christina

Follow Berita iNewsKalbar di Google News

Bagikan Artikel: