ASN Mudik Kena Sanksi, Wali Kota Pontianak: Yang Nekat Tanggung Risikonya

Antara ยท Senin, 18 Mei 2020 - 16:00:00 WIB
ASN Mudik Kena Sanksi, Wali Kota Pontianak: Yang Nekat Tanggung Risikonya
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono (Humas Pemkot Pontianak)

PONTIANAK, iNews.id - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk tidak mudik. Jika nekat mudik, sederet sanksi siap menanti.

"Sanksi bagi ASN Pemkot Pontianak yang mudik Lebaran tahun ini bisa pencopotan dari jabatan, penundaan kenaikan pangkat hingga penundaan kenaikan gaji berkala," kata Wali Kota di Pontianak, Senin (18/5/2020).

Dia menegaskan, mudik telah dilarang oleh pemerintah. Baik itu untuk ASN maupun masyarakat pada umumnya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Untuk ASN telah diatur berdasarkan surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reormasi Birokrasi (MenPANRB)

Begitu juga terkait sanksi bagi ASN yang kedapatan mudik, telah diatur dalam Surat Edaran (SE) Nomor 11/SE/IV/2020 tentang Pedoman Penjatuhan Hukuman Disiplin Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang Melakukan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik pada Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

"Jadi sudah jelas ada larangannya dan bagi yang masih nekat, tanggung sendiri risikonya," katanya.

Dia mengakui, pelonggaran penerbangan di Bandara Supadio Pontianak menimbulkan kecenderungan masyarakat yang ingin mudik menjelang Lebaran. Kendati demikian, Pemkot Pontianak tidak punya kewenangan untuk melarang orang datang.

"Mereka turun (mendarat di Supadio) pasti masuk Pontianak, kita harapkan mereka langsung dan tidak menginap atau mukim di Pontianak," katanya.

Karena itu dia meminta maskapai penerbangan menerapkan protokol kesehatan yagn ketat terhadap penumpang yang hendak menuju ke Pontianak. Begitu pula dengan penumpang yang akan berangkat dar Pontianak.

"Sementara maskapai yang melayani perjalanan penumpang harus melengkapi dokumen persyaratan sesuai protokol kesehatan," katanya.

Editor : Reza Yunanto