Banjir di Landak Kalimatan Barat, 10 Desa Terendam Air Setinggi 1 Meter

Nani Suherni ยท Sabtu, 05 September 2020 - 21:30 WIB
Banjir di Landak Kalimatan Barat, 10 Desa Terendam Air Setinggi 1 Meter
Permukiman warga di Desa Meranti, Kabupaten Landak yang terendam banjir akibat curah hujan tinggi, Sabtu (5/9/2020). (Foto: BNPB)

JAKARTA, iNews.id - Banjir melanda 10 desa dari enam kecamatan di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat dengan ketinggian bervariasi hingga satu meter, Sabtu (5/9/2020) pukul 15.00 WIB. Bencana ini disebabkan luapan beberapa sungai akibat curah hujan tinggi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, data yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak, daerah yang terdampak banjir meliputi Desa Ampadi, Meranti dan Desa Tahu di Kecamatan Meranti.

Kemudian Desa Nyanyum di Kecamatan Kuala Behe, Desa Semunti, Tengue dan Sekendal di Kecamatan Air Besar. Lalu Desa Menjalin di Kecamatan Menjalin, Desa Untang di Kecamatan Banyuke Hulu dan Desa Songga di Kecamatan Menyuke.

"Daerah yang terdampak banjir ada 10 desa dari enam kecamatan di Kabupaten Landak," ujar Raditya Jati dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2020).

Kronologi banjir bermula saat air naik 25 cm di Dusun Leban, Desa Nyanyum, Kecamatan Kuala Behe dan Desa Semuntik di Kecamatan Air Besar. Kemudian pukul 15.47 WIB hujan deras mengguyur Desa Nyanyum di Kuala Behe hingga sejumlah wilayah di Kecamatan Ngabang.

Akibatnya banjir dengan ketinggian 80-110 sentimeter merendam beberapa rumah dan menyebabkan akses jalan terputus. Selain itu ada tiga unit rumah rusak berat akibat terdampak longsor. Hingga saat ini, tim reaksi cepat (TRC) masih mendata kaji cepat serta memberikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir.

Sementara itu, data prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat hampir merata di wilayah Kalbar. Potensi hujan juga terjadi di wilayah lainnya, seperti di Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua dan Papua Barat.

"Dari hasil prakiraan cuaca BMKG, kami meminta agar pemangku kebijakan di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana," katanya.


Editor : Donald Karouw