720 Korban Banjir di Melawi Mengungsi ke 10 Titik Pengungsian

Antara ยท Kamis, 17 September 2020 - 08:11 WIB
720 Korban Banjir di Melawi Mengungsi ke 10 Titik Pengungsian
Banjir di Melawi (dok iNews.id)

MELAWI, iNews.id- Memasuki hari keempat, banjir yang melanda Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat belum juga surut. Sebanyak 720 orang telah mengungsi di 10 titik pengungsian.

"Banjir yang terjadi sejak Minggu (13/9) di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, mengakibatkan 720 jiwa mengungsi di 10 titik pengungsian," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati melalui keterangan pers, Kamis (17/9/2020).

Menurut data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, hingga Rabu (16/9) pukul 15.15 WIB, banjir telah meluas hingga 10 kecamatan. Banjir berdampak pada 22.072 kepala keluarga, atau 88.288 jiwa. Selain itu, 20.460 rumah dan 196 unit fasilitas umum juga terkena dampak banjir ini.

Kecamatan yang terdampak banjir adalah Kecamatan Pinoh Selatan, Kecamatan Sayan, Kecamatan Sokan, dan Kecamatan Nanga Pingo. Berikutnya yakni Kecamatan Pinoh Utara, Kecamatan Tanah Pinoh Barat, Kecamatan Tanah Pinoh, Kecamatan Menukung, Kecamatan Ella Hilir, dan Kecamatan Belimbing Hulu.

"Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Melawi telah berkoordinasi dengan TNI/Polri dan aparat desa setempat untuk melakukan pendampingan," tuturnya.

Dia mengatakan, 190 paket bantuan logistik telah disalurkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Melawi di kecamatan Pinoh Utara. BPBD Provinsi Kalimantan Barat juga telah menyalurkan 50 paket logistik ke Kecamatan Sayan.

BNPB mengingatkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebut potensi hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi masih akan terjadi di Kabupaten Melawi.

"BNPB mengimbau masyarakat agar mewaspadai kemungkinan hujan yang disertai petir atau kilat dan siap siaga mengantisipasi dampak fenomena alam lainnya seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang," katanya.


Editor : Reza Yunanto