Baru Bebas karena Asimilasi, Napi di Kalbar Ditangkap usai Menjambret HP

Antara ยท Senin, 20 April 2020 - 13:30:00 WIB
Baru Bebas karena Asimilasi, Napi di Kalbar Ditangkap usai Menjambret HP
Personel Direskrimum Polda Kalbar menangkap napi penerima asimilasi yang menjambret HP warga. (Foto: Antara)

PONTIANAK, iNews.id - Polda Kalimantan Barat (Kalbar) menangkap seorang pelaku jambret. Tersangka ternyata napi yang menjalani asimilasi karena virus corona (Covid-19).

"Tersangka berinisial S di hadapan petugas mengaku tengah mengikuti program asimilasi guna pencegahan wabah COVID-19," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Kombes Pol. Veris Septiansyah di Pontianak, Senin.

Dia mengatakan, tersangka S diamankan pada hari Minggu (19/4/2020) setelah Polsek Pontianak Timur mendapat laporan dari korban penjambretan. Korban mengaku sedang berkendara sepeda motor lalu diserempet oleh seorang pria yang kemudian merampas ponselnya.

Atas laporan itu, polisi kemudian bergerak mencari pelaku dan menangkapnya saat berada di rumah.

"Kami lantas mengamankan tersangka S di rumahnya, Jalan Tritura Pontianak Timur," katanya.

Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti 1 unit ponsel merek Samsung Note 8 milik korban.

"Tersangka S tengah menjalani pemeriksaan untuk proses hukum lebih lanjut oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat Suprobowati menegaskan, napi penerima asimilasi apabila kedapatan melakukan pelanggaran hukum akan dikenakan sanksi lebih berat.

"Kepada yang bersangkutan sebelum keluar lapas harus membuat surat pernyataan yang isinya kalau melanggar akan kena sanksi yang lebih berat lagi," katanya.

Namun jika berperilaku baik, akan mendapat program integrasi atau pembebasan bersyarat.

"Akan tetapi, kalau kembali melakukan kejahatan, otomatis asimilasinya dicabut dan akan kembali ke lapas untuk jalani masa hukum kesalahan yang lama dan ditambah dengan kesalahan yang baru," ujarnya.

Editor : Reza Yunanto