Berbatasan dengan Malaysia, Dusun di Bengkayang Kesulitan Internet untuk Belajar Daring

Antara ยท Jumat, 14 Agustus 2020 - 09:57:00 WIB
Berbatasan dengan Malaysia, Dusun di Bengkayang Kesulitan Internet untuk Belajar Daring
Plh Bupati Bengkayang Obaja meresmikan Kampung Tangguh Covid-19 di Kecamatan Jagoi Babang yang merupakan wilayah perbatasan Indonesia - Malaysia. (Antara)

BENGKAYANG, iNews.id - Warga Dusun Sentabeng di Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat kesulitan mengakses internet. Hal tersebut menyulitkan siswa di wilayah setempat mengikuti pembelajaran daring.

"Di lapangan persoalan jaringan listrik dan internet menjadi tantangan masyarakat termasuk bagi dunia pendidikan," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bengkayang, Gustian Andiwinata, Kamis (13/8/2020).

Gustian mengatakan, Disdikbud telah mengunjungi sejumlah sekolah yang berada di Kecamatan Jagoi Babang untuk memastikan pembelajaran di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya SD Negeri Sentabang.

Dari hasil pantauan langsung itu diketahui sejumlah tantangan memang dihadapi oleh pengajar maupun peserta didik dan masyarakat setempat.

"Tantangan tersebut seperti tidak ada jaringan listrik dan internet," ujarnya.

Dia menambahkan, tantangan lainnya yang tidak kalah penting untuk diberikan solusi yang menjadi keluhan dari warga yakni akses jalan dari kampung menuju pusat kota kecamatan. Kondisi itu menjadi satu di antara faktor penyebab anak-anak perbatasan Indonesia dengan Malaysia itu putus sekolah.

"Beberapa keluhan dan hambatan warga Sentabeng yaitu akses jalan dari Desa Sekida dan Ibu kota Kecamatan Jagoi Babang menuju Dusun Sentabeng yang tidak layak dan sulit dilalui," katanya.

Sentabang merupakan sebuah dusun yang berada di titik nol perbatasan negara Indonesia dengan Malaysia (Serawak).


Editor : Reza Yunanto