Cap Go Meh dan Tatung di Singkawang Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Antara ยท Jumat, 16 Oktober 2020 - 16:08 WIB
Cap Go Meh dan Tatung di Singkawang Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO
Cap Go Meh dan Tatung di Singkawang Masuk Daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. (Antara)

PONTIANAK, iNews.id - UNESCO menetapkan Festival Cap Go Meh dan Tatung di Singkawang, Kalimantan Barat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Penetapan tersebut dilakukan melalui penilaian secara daring.

"WBTB berdasarkan UNESCO Convention For The Safeguarding Of The Intangible Cultural Heritage 2003, yang berarti praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan serta instrumen, objek, artefak dan ruang budaya yang terkait dengannya yang oleh masyarakat, kelompok dan dalam beberapa kasus, individu diakui sebagai bagian dari warisan budaya mereka," kata Kepala Bidang Kebudayaan PAUD dan Dikmas Disdikbud Kota Singkawang, Rindar Prihartono, Jumat (16/10/2020).

Rindar mengungkapkan, penetapan Festival Cap Go Meh dan Tatung Singkawang sebagai WBTB Nasional merupakan kebanggaan daerah sekaligus pengakuan negara terhadap tradisi, ritus dan perayaan yang telah tumbuh dan berkembang di Kota Singkawang.

"Hal ini pula tentu menjadi label atau identitas Kota Singkawang sebagai daerah yang melahirkan tradisi ini," ujarnya.

Menurutnya, banyak versi Cap Go Meh dan Tatung Singkawang merupakan tradisi dan perayaan yang berumur 100 tahun atau bahkan lebih. Tradisi ini bahkan sempat terselubung saat era Presiden Soeharto, dan mulai digelar kembali di era milenial saat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjadi presiden.

"Usulan Cap Go Meh dan Tatung Singkawang sudah dimulai sejak Februari 2020 yang kemudian ditampung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat untuk selanjutnya diteruskan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk di seleksi," tuturnya.

Dia menuturkan, tahun ini Pemkot Singkawang mengusulkan Cap Go Meh dan Tatung. Sebenarnya ada dua karya budaya di even ini, hanya saja pihaknya ingin budaya Cap Go Meh dan Tatung harus menyatu dan tidak bisa dipisahkan.

"Sehingga untuk Singkawang setiap CGM pasti ada Tatungnya sehingga mereka saling berkaitan," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto