Cerita Tanah dan Air yang Dibawa Gubernur Kalbar ke IKN, dari Tempat Tak Biasa

Antara · Selasa, 15 Maret 2022 - 09:09:00 WIB
Cerita Tanah dan Air yang Dibawa Gubernur Kalbar ke IKN, dari Tempat Tak Biasa
Kepala daerah menyerahkan tanah dan air ke Presiden Joko Widodo di Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (14/3/2022). (Foto: ANTARA).

PONTIANAK, iNews.id - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengikuti prosesi penyatuan tanah dan air dari seluruh Indonesia di titik nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Tanah dan air yang dibawa Sutarmidji mengandung pesan sekaligus harapan.

Kepala Biro Sekretariat Daerah (Setda) Kalbar Sefpri Kurniadi menjelaskan, tanah dan air yang dibawa oleh Sutarmidji berasal dari tempat berbeda. Lokasinya juga tak biasa. 

Air diambil dari titik pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Sungai Kapuas adalah sungai terpanjang di Pulau Kalimantan. Sedangkan Sungai Landak terkenal dengan berliannya.

Sedangkan tanah diambil dari daerah yang berada di garis perlintasan titik nol derajat yang membagi bumi menjadi dua bagian yakni utara dan selatan. Garis tersebut dikenal dengan equator atau garis khatulistiwa.

"Air dan tanah yang saya serahkan  pak gubernur ini berasal dari sungai kebanggaan masyarakat Kalbar diharapkan dapat memberikan kesuburan dan kedamaian di IKN baru yang juga berlokasi di Pulau Kalimantan," tutur Sefpri, Senin (14/3/2022).

Pesan dari tanah dan air itu adalah agar masyarakat menjaga tanah air Indonesia yang terdapat keberagaman di dalamnya.

"Dua kilogram tanah dan satu liter air yang dibawa oleh masing-masing gubernur untuk dimasukkan ke dalam Kendi Nusantara sudah mewakili seluruh suku dan agama di masing-masing provinsi," tuturnya.

Editor : Reza Yunanto

Bagikan Artikel: