Dilanda Angin Puting Beliung, 9 Atap Rumah Warga Singkawang Rusak

Antara ยท Minggu, 03 Mei 2020 - 09:55 WIB
Dilanda Angin Puting Beliung, 9 Atap Rumah Warga Singkawang Rusak
Ilustrasi anging puting beliung. (Foto: Istimewa)

PONTIANAK, iNews.idAngin puting beliung disertai hujan deras melanda Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (2/5/2020). Akibatnya, sembilan rumah warga yang berada di Jalan Barito dan Jalan Jeruk, Kelurahan Roban, rusak berat.

Atap dari sembilan rumah tersebut beterbangan disapu angin. Hujan deras melanda kota ini hingga pukul 14.30 WIB. Pascakejadian, sejumlah warga pun langsung memberikan pertolongan secara swadaya.

Salah satu korban angin puting beliung, Umi mengatakan, selain atap rumahnya, beberapa atap rumah warga lainnya juga mengalami kerusakan. Seperti atap rumah milik Bapak Faisal, Aphin, Sutrisno, Sujatmiko, Sugianto, Imran dan atap rumah yang ditinggali oleh seorang guru.

“Sebelum ada angin puting beliung, hujan memang sangat deras. Kemudian, ada suara gemuruh dan tiba-tiba atap teras lantai dua langsung roboh,” katanya, Sabtu (2/5/2020).

Saat kejadian, keluarga Umi tengah berada di lantai satu. Tidak ada satupun anggota keluarga yang berani memeriksa ke lantai dua.

Mereka baru berani melihat kerusakan setelah hujan reda. "Begitu dilihat, rupanya atap teras lantai rumah sudah hancur," katanya.

Adik ipar Umi bahkan sempat melihat ada atap rumah terbang dihempas angin puting beliung. Sementara atap rumahnya hanya terlipat.

Anehnya, atap rumah warga yang kena tidak merata. Karena setelah rumahnya, angin puting beliung sepertinya langsung menyebrang ke rumah warga lainnya.

"Saya pun tidak tahu persis kejadiannya, karena sewaktu kejadian kami semua di dalam rumah. Hanya saja, sebelah rumah saya ini tidak kena, justru nyebrang ke rumah warga lainnya," tuturnya.

Sementara korban puting beliung lainnya, Karnadi mengatakan, sebelum kejadian dia bersama istrinya sempat mengambil pakaian di jemuran lantai dua rumahnya.

“Baru saja mengambil beberapa helai pakaian, tiba-tiba ada sesuatu yang roboh dari atap lantai dua," katanya.

Sehingga, pengambilan jemuran pakaian tak sempat diselesaikan karena khawatir akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan. "Terlalu cepat kejadiannya, beruntung istri saya tak sampai ketimpa kayu," ujarnya.

Dia pun mengaku heran, karena kejadian seperti ini sebelum-sebelumnya tidak pernah terjadi. Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, kerugian material yang dia alami mencapai belasan juta rupiah.


Editor : Umaya Khusniah