Diterjang Banjir, Kapuas Hulu Defisit Beras hingga 3.000 Ton

Antara · Rabu, 23 Juni 2021 - 09:26:00 WIB
Diterjang Banjir, Kapuas Hulu Defisit Beras hingga 3.000 Ton
Kabupaten Kapuas Hulu mengalami defisit beras hingga 3.000 ton akibat banjir. (Foto: Istimewa)

KAPUAS HULU, iNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu, Kalimantan Barat mengakui terjadi defisit beras hingga 2.000-3.000 ton. Hal ini terjadi akibat banjir yang dialami Kabupaten Kapuas Hulu pada Juli-September 2020 lalu.

"Kekurangan beras hasil petani Kapuas Hulu karena banjir yang terjadi pada Juli hingga September 2020 lalu, sehingga padi gagal panen," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu Sudirman, di Putussibau Kapuas Hulu, Selasa (22/6/2021).

Dia mengatakan, banjir pada 2020 itu menyebabkan 600 hektare sawah gagal panen di Kecamatan Jongkong, dan sejumlah hasil pertanian di pesisir sungai Kapuas juga terdampak banjir.

Menurutnya, rata-rata petani di Kapuas Hulu sebenarnya memiliki lumbung padi. Namun pada 2020 memang terjadi banjir yang cukup berdampak terhadap hasil pertanian masyarakat terutama daerah pesisir sungai Kapuas.

Jika tidak karena banjir maka kekurangan beras hasil petani tidak sampai tiga ribuan ton. Apalagi Kapuas Hulu terbantu oleh tanam kering.

"Memang yang sangat berdampak itu karena banjir, makanya tahun ini kami genjot tanaman gaduh yang dalam waktu dekat akan panen di daerah pesisir sungai Kapuas," ujarnya.

Saat ini tanaman padi gadu yang sudah ditanam mulai Maret-April lalu dalam waktu dekat akan ada panen raya.

"Kita berharap tidak terjadi banjir seperti 2020 lalu, sehingga hasil pertanian masyarakat kita tidak mengalami kekurangan dari kebutuhan," katanya.

Editor : Reza Yunanto