Diterjang Banjir, Lahan Pertanian Warga Landak Rusak Gagal Panen

Uun Yuniar ยท Rabu, 09 September 2020 - 15:56 WIB
Diterjang Banjir, Lahan Pertanian Warga Landak Rusak Gagal Panen
Bupati Landak Karolin Margret Natasha meninjau lokasi yang terkena banjir, Rabu (9/9/2020). (iNews.id/Uun Yuniar)

LANDAK, iNews.id - Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (Kalbar) membuat lahan pertanian warga rusak dan terancam gagal panen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak akan menyiapkan bantuan agar warga bisa kembali bercocok-tanam.

"Kami juga sedang mendata daerah pertanian yang terkena banjir. Sehingga kami harus mengidentifikasi daerah yang gagal panen," kata Bupati Landak, Karolin Margret Natasha saat meninjau lokasi banjir, Rabu (9/9/2020).

Karolin mengatakan saat ini Pemkab Landak sedang mendata lahan pertanian yang rusak terdampak banjir, untuk selanjutnya menyiapkan bantuan benih sehingga warga bisa kembali bercocok-tanam.

Tak cuma lahan pertanian, Karolin menuturkan, pendataan juga dilakukan terhadap sarana dan fasilitas umum yang rusak akibat diterjang banjir yang terjadi sejak Sabtu, 5 September 2020. Sedangkan warga yang rumahnya rusak akibat banjir telah dievakuasi.

Dia menambahkan, Pemkab Landak kini sedang fokus pada penanganan pascabencana. Untuk mencukupi kebutuhan logistik warga yang terkena dampak banjir, Pemkab Landak telah menyalurkan tak kurang dari 20 ton beras dan makanan siap saji ke desa-desa yang terdampak banjir.

Mantan anggota DPR dari PDIP ini mengatakan, banjir kali ini merupakan banjir yang kelima yang terjadi sepanjang tahun 2020. Untuk penanganan dampak banjir, Pemkab Landak mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalbar.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak, banjir meliputi Desa Ampadi, Meranti, dan Tahu di Kecamatan Meranti; Desa Nyanyum di Kecamatan Kuala Behe; Desa Semunti, Tengue, dan Sekendal di Kecamatan Air Besar; Desa Menjalin di Kecamatan Menjalin, Desa Untang di Kecamatan Banyuke Hulu, dan Desa Songga di Kecamatan Menyuke.


Editor : Reza Yunanto