Dua Napi Terlibat Jaringan Narkoba di Pontianak Dipindah ke Nusakambangan

Antara · Kamis, 25 Februari 2021 - 15:45:00 WIB
Dua Napi Terlibat Jaringan Narkoba di Pontianak Dipindah ke Nusakambangan
Ilustrasi: Kamwil Kemenkumham Kalbar akan memindahkan 2 napi terlibat narkoba. (Foto: Antara)

PONTIANAK, iNews.id - Kanwil Kemenkumham Kalimantan Barat (Kalbar) akan memindahkan dua napi atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) ke Nusakambangan, Jawa Tengah. Pemindahan itu dilakukan lantaran keduanya terlibat narkoba jaringan lapas.

"Seperti tersangka utama yakni WBP di Rutan Pontianak yakni Heru Susanto dan Budiono untuk dipindahkan ke Nusakambangan," kata Kadiv Pemasyarakatan Kemenkumham Kalbar, Suprobowati di Pontianak, Kamis (25/2/2021).

Dia mengatakan, pihaknya merasa kebobolan dengan keterlibatan dua napi dalam kasus transaksi narkoba. Apalagi hal itu dilakukan ketika keduanya berada di dalam penahanan.

"Semasa Covid-19 ini sebenarnya sudah tidak ada lagi kunjungan, tapi hanya melalui virtual. Tapi kami kebobolan karena masih ada yang bisa memiliki handphone sehingga digunakan salah satunya untuk transaksi barang haram itu," ujarnya.

Selain itu dia juga menyayangkan bahwa sebagian besar penghuni Rutan dan Lapas di Kalbar didominasi penghuni dengan kasus narkoba. Bahkan jumlahnya mencapai 60 persen dari kapasitas.

Untuk mengetahui keterlibatan napi atas kasus tersebut, pihaknya mengaku telah melakukan penggeledahan rutin di tiap lapas dan rutan.

"Kami secara rutin paling tidak dalam dua minggu sekali melakukan penggeledahan di Lapas baik dari Pontianak hingga Putussibau. Bahkan kami tadi malam juga melakukan penggeledahan di LP dan Rutan," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalbar dan Bea Cukai Entikong, Kabupaten Sanggau menangkap lima tersangka penyelundupan narkotika jenis sabu. Ternyata dua orang di antaranya napi narkoba di LP Kelas IIA Pontianak dan Rutan Kelas IIA Pontianak, yakni Heru Susanto dan Budiono, serta tiga tersangka lainnya, yakni berinisial An, Do dan Mas. 

Editor : Reza Yunanto

Bagikan Artikel: