Gubernur Sutarmidji Sebut Penyaluran Jaring Pengaman Sosial Kurang Efektif

Antara ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 16:08 WIB
Gubernur Sutarmidji Sebut Penyaluran Jaring Pengaman Sosial Kurang Efektif
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji. (Antara)

PONTIANAK, iNews,id - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengakui penyaluran Jaring Pengaman Sosial (JPS) di tengah pandemi Covid-19, kurang efektif. Masalahnya ada pada data yang tidak akurat dan kurangnya koordinasi pusat dan daerah.

"Dalam penyaluran Jaring Pengaman Sosial pandemi Covid-19, kita masih terkendala penyajian data yang kurang efektif. Hal ini menyebabkan penyaluran bantuan di lapangan menjadi banyak yang tidak tepat sasaran. Belum lagi soal koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah yang juga belum maksimal," kata Sutarmidji di Pontianak, Kamis (25/6/2020).

Sutarmidji menjelaskan data yang dimaksud yakni Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Menurutnya, kelemahan ini tidak hanya terjadi di Kalbar, namun hampir seluruh provinsi di Indonesia mengalami hal tersebut.

Sutarmidji mengatakan, untuk selanjutkan data penerima JPS diperoleh mulai dari RT yang validasinya ke RW, kemudian ke desa atau kelurahan dan berlanjut ke kecamatan dan dikompilasi oleh kabupaten/kota.

"Setelah itu diuji datanya di lapangan dan melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas," tuturnya.

Mantan Wali Kota Pontianak ini menuturkan, dengan adanya alur validasi data yang ketat itu, maka akan diketahui masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah sehingga akan tepat pula penyaluran bantuan bagi masyarakat.

Hal lain adalah soal koordinasi. Sutarmidji menyoroti keterangan berbeda menteri terkait besarnya bantuan yang diberikan kepada penerima. Sebagai kepala daerah, dia berharap agar sebuah kebijakan sebelum diputuskan harus saling koordinasi antarkementerian, sehingga pemerintahan daerh tidak kebingungan.

"Kita juga tidak bisa menyalahkan mereka dan mereka berpegang kepada yang disampaikan oleh presiden itu yang terdampak, sehingga banyak kepala desa yang datang ke saya mempertanyakan itu," katanya.


Editor : Reza Yunanto