Kalbar Punya Mobil PCR Seharga Rp5 Miliar untuk Tes Swab di Sintang

Antara ยท Kamis, 23 Juli 2020 - 16:45 WIB
Kalbar Punya Mobil PCR Seharga Rp5 Miliar untuk Tes Swab di Sintang
Pemkab Sintang membeli mobile combat PCR untuk tes swab seharga Rp5 miliar. (Instagram Humas Pemkab Sintang)

SINTANG, iNews.id - Kalimantan Barat memiliki sebuah mobile combat PCR yang berfungsi sebagai laboratorium tes swab PCR. Laboratorium berjalan seharga Rp5 miliar itu dibeli Pemerintah Kabupaten Sintang.

"Dalam penangan pandemi Covid-19, pemerintah harus berbuat atau melakukan langkah yaitu dengan cara tes, telusur, dan isolasi (TTI)," kata Bupati Sintang Jarot Winarno di Sintang, Kamis (23/7/2020).

Jarot mengatakan, untuk menjalankan TTI tidak mungkin hanya dengan mengandalkan rapid test semata. Untuk mendapatkan hasil tes yang akurat, harus dengan uji swab dengan teknologi PCR.

Selain digunakan Kabupaten Sintang, mobile PCR tersebut juga akan digunakan untuk uji swab COVID-19 di empat kabupaten wilayah Timur Kalbar yakni Kabupaten Sanggau, Sekadau, Melawi dan Kapuas Hulu. Hal ini dilakukan agar mempercepat proses penanganan Covid-19, sehingga tidak perlu lagi harus mengirim spesimen ke Pontianak atau Jakarta.

"Karena itu Pemkab Sintang berinisiatif membeli sendiri mobile combat PCR yang dibantu oleh Pemprov Kalbar," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sintang, Harysinto Linoh mengatakan, kedatangan mobil PCR tersebut merupakan kabar gembira bagi masyarakat Sintang karena uji spesimen swab sudah bisa diuji langsung dan tidak perlu lagi mengirim ke Jakarta atau Pontianak.

Dia menjelaskan, harga mobil PCR beserta alat di dalamnya yakni Rp3,9 miliar. Kemudian untuk reagennya Rp1,7 miliar. Sehingga total untuk satu mobil PCR tersebut menghabiskan dana Rp5 miliar.

"Jadi mobil itu sangat berhargalah bagi masyarakat Kabupaten Sintang," katanya.

Saat ini Kalbar sudah tidak memiliki kasus positif Covid-19. Dari 359 kasus positif yang tercatat di Kalbar, sebanyak 355 orang dinyatakan telah sembuh dan empat orang meninggal dunia.

Kendati demikian, Gubernur Sutarmidji meminta 14 kabupaten/kota di Kalbar tetap menggencarkan rapid test, karena tidak ada jaminan suatu daerah bebas Covid-19.


Editor : Reza Yunanto