Kasus Covid-19 di Kalbar Meningkat, Gubernur Perberat Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

Reza Yunanto ยท Minggu, 23 Agustus 2020 - 07:07:00 WIB
Kasus Covid-19 di Kalbar Meningkat, Gubernur Perberat Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan
Gubernur Sutarmidji menjadi Inspektur Upacara HUT ke-75 RI di Kantor Gubernur, Senin (17/8/2020). (Foto Instagram Humas Pemprov Kalbar)

PONTIANAK, iNews.id - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji akan memperberat sanksi pelanggar protokol kesehatan. Hal ini dilakukan karena kasus Covid-19 di Kalbar meningkat tajam dalam sepekan terakhir.

"Mohon maaf ini semua untuk keselamatan bersama. Ada gejala peningkatan kasus seperti awal terjadi Covid," ujar Sutarmidji dikutip dari laman Facebook pribadinya, Minggu (23/8/2020).

Sutarmidji menuturkan, pada Sabtu (22/8/2020) kemarin penambahan kasus positif di Kalbar mencatat angka yang cukup tinggi yakni 33 kasus dalam sehari.

Sutarmidji mengatakan telah memberi sejumlah sanksi tegas terkait peningkatan kasus dengan jumlah signifikan itu. Di antaranya kepada maskapai penerbangan Batik Air yang kedapatan membawa enam penumpang positif Covid-19.

"Sanksi untuk maskapai ini tak boleh bawa penumpang ke Pontianak dari Jakarta maupun Surabaya selama 14 hari," ujarnya.

Selain saksi kepada maskapai penerbangan, Sutarmidji mengatakan juga telah membuat kebijakan larangan aparatur sipil negara (ASN) tak boleh keluar kota.

Hal itu juga tak terlepas dari sanksi lantaran ada pejabat yang pergi ke luar kota untuk mengikuti lelang jabatan.

Kemudian terkait guru-guru yang terjangkit Covid-19, Sutarmidji telah membuat keputusan menunda kegiatan belajar tatap muka di sekolah. Seluruh siswa dan guru tidak perlu datang ke sekolah.

"Yang boleh ke sekolah cuma kepala sekolah dan wakil serta tata usahanya," ujar mantan Wali Kota Pontianak ini.

Sutarmidji menegaskan, terhadap siswa yang belum memulai pembelajaran di sekolah agar tetap di rumah dan tidak boleh nongkrong di warnet atau warung kopi. Bila ketahuan, pemerintah akan mencabut beasiswa siswa itu.

"Kalau terkena razia dan dia murid sekolah negeri, maka beasiswa saya cabut. Bagi yg sekolah di swasta dikenakan denda dan isolasi di tempat yg ditentukan pemerintah," ujarnya.

Editor : Reza Yunanto

Follow Berita iNewsKalbar di Google News

Bagikan Artikel: