KBM Tatap Muka Akan Diaktifkan, Ratusan Guru dan Staf Sekolah di Kalbar Swab Test

Antara ยท Minggu, 26 Juli 2020 - 09:29 WIB
KBM Tatap Muka Akan Diaktifkan, Ratusan Guru dan Staf Sekolah di Kalbar Swab Test
Dinkes Kalbar melakukan tes usap COVID-19 kepada para guru dan staf di SMA Negeri 1 Pontianak. (Foto: Antara)

PONTIANAK, iNews.id – Sebanyak 231 guru dan staf sekolah di Kota Pontianak dan Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) tes swab sejak Kamis (23/7/2020) hingga Jumat (24/7/2020) lalu. Tes akan terus dilakukan menjelang kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah yang akan kembali diaktifkan.

"Tes swab dilakukan di tiga lokasi berbeda. Tes ini masih akan terus kita lanjutkan sebagai langkah persiapan menjelang kegiatan belajar mengajar di sekolah dikembalikan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, dr Harisson di Pontianak, Sabtu (25/7/2020).

Dia mengatakan, tes swab dilakukan di SMAN 1 Pontianak pada Kamis (23/7/2020). Total peserta mencapai 96 peserta. Mereka terdiri atas guru PNS 45 orang, guru non-PNS 22 orang, TU PNS delapan orang, TU non-PNS 11 orang, petugas keamanan tiga orang, bagian laporan tiga orang dan petugas kebersihan empat orang.

Pada hari yang sama, Dinkes Kota Pontianak juga melakukan tes usap di SMPN 1 Pontianak. Total peserta mencapai 63 orang. Mereka terdiri atas guru PNS 41 orang, guru honorer 10 orang, petugas kebersihan dan satpam masing-masing tiga orang, kepala laboratorium, penjaga sekolah, honorer perpustakaan, tukang, TU dan petugas UKS masing-masing satu orang.

Sedangkan pada Jumat (24/7/2020), tes usap dilakukan di SMA 1 Sungai Raya dengan total 72 peserta. Mereka terdiri atas guru PNS 42 orang, PNS TU tiga orang dan honorer 27 orang.

Harisson menjelaskan tes usap kepada guru di SMA se-Kalbar untuk mendukung rencana pembukaan kembali KBM di sekolah secara tatap muka pada 1 Agustus mendatang.

"Sesuai rencana, mulai tanggal 1 Agustus mendatang, KBM akan dilakukan untuk jenjang pendidikan SMA. Maka Dinas Kesehatan diminta bapak gubernur untuk melaksanakan tes usap untuk guru dan petugas penunjang di seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta," katanya.

Terkait dengan tes cepat terhadap siswa, pihaknya akan menggunakan metode tes cepat antigen, dengan mengambil sampel lendir atau usap di tenggorokan. Siswa yang akan kita periksa pertama adalah siswa kelas XII dan siswa kelas IX.

"Dengan pelaksanaan tes ini diharapkan kegiatan tatap muka pada proses belajar mengajar di sekolah adalah yang benar-benar tidak sedang membawa virus Covid-19. Jadi sekolah dapat dengan aman menjalankan aktivitas belajar mengajarnya," katanya.


Editor : Umaya Khusniah