Kegiatan Masyarakat di Jawa-Bali Dibatasi Mulai 11 hingga 25 Januari

Dita Angga, Sindonews ยท Rabu, 06 Januari 2021 - 14:45:00 WIB
Kegiatan Masyarakat di Jawa-Bali Dibatasi Mulai 11 hingga 25 Januari
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah akan membatasi kegiatan masyarakat di Jawa dan Bali pada 11-25 Januari 2021. Pembatasan dilakukan karena kasus Covid-19 di wilayah tersebut membuat tingkat keterisian rumah sakit terus meningkat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, seluruh provinsi di Jawa dan Bali akan melakukan pembatasan sesuai undang-undang dan dilengkapi dengan Peraturan Pemerintah 21/2020.

"Pembatasan ini kami tegaskan bukan pelanggaran kegiatan, tapi ini ada pembatasan," tutur Airlangga, Rabu (6/1/2021). 

Airlangga menyebutkan kriteria-kriteria pembatasan sosial itu antara lain tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional atau pun tiga persen. Kemudian tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional yaitu di bawah 82 persen. 

Selain itu, tingkat kasus aktif di bawah rata-rata tingkat kasus aktif nasional yaitu sekitar 14 persen, dan tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) untuk ICU dan isolasi yang di atas 70 persen. 

"Nah penerapan pembatasan secara terbatas tersebut dilakukan di Provinsi Jawa-Bali. Karena di seluruh provinsi tersebut memenuhi salah satu dari 4 parameter yang ditetapkan," katanya.

Airlangga menuturkan, semua provinsi di Pulau Jawa saat ini tercatat memiliki BOR di atas 70 persen.

"DKI Jakarta BOR-nya di atas 70 persen. Banten BOR di atas 70 persen, kasus aktif di atas nasional kesembuhan di bawah nasional. Jabar BOR di atas 70 persen. Jateng BOR di atas 70 persen, kasus aktif di atas nasional , kasus sembuh di bawah nasional. DIY BOR di atas 70 persen, kasus aktif di atas nasional, kesembuhan di bawah nasional. Jatim BOR di atas 70 persen, tingkat kematian di atas nasional,” ujarnya.

Editor : Reza Yunanto

Bagikan Artikel: