Kejati Kalbar Usut Dugaan Korupsi Dana Bansos Covid-19 di Kubu Raya

Antara ยท Rabu, 27 Mei 2020 - 09:17 WIB
Kejati Kalbar Usut Dugaan Korupsi Dana Bansos Covid-19 di Kubu Raya
Ilustrasi Dana Bansos Covid-19. (dok iNews.id)

PONTIANAK, iNews.id - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat (Kalbar) mengusut dugaan penyelewengan dana Bantuan Sosial (Bansos) bagi warga terdampak Covid-19 di Desa Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Oknum pelaku diduga petinggi sebuah Satuan Kerja (Satker).

"Saat ini kami sedang melakukan proses hukum terhadap dugaan korupsi dana Bansos di Satuan Kerja Balai Pengelolaan Transportasi Darat Kementerian Perhubungan senilai Rp177 juta," kata Kepala Kejati Kalbar, Jaya Kesuma dalam keterangan tertulis di Pontianak, Rabu (27/5/2020).

Dia menjelaskan, terungkapnya kasus itu berawal dari penyelidikan kejaksaan di beberapa instansi pemerintah yang melakukan penyaluran bantuan sosial. Dalam kasus ini, diduga penyaluran bantuan sosial tidak diserahkan seluruhnya kepada warga terdampak Covid-19.

Dari penyelidikan sementara, hanya sebagian kecil bansos yang diserahkan kepada warga untuk kepentingan pelaporan kegiatan seremonial.

"Bantuan sosial berupa paket kebutuhan pokok dengan nilai Rp200.000-an tersebut rencananya akan dibagikan kepada masyarakat di Desa Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Namun bantuan tersebut diduga baru disalurkan sekitar sepuluh persen saja," ujarnya.

Dia mengatakan, kejaksaan telah memeriksa enam orang saksi dalam kasus ini. Dua orang yang diperiksa yakni Kepala Satuan Kerja berinisial D, dan Pejabat Pembuat Komitmen berinisial B.

"Dalam waktu dekat kami akan menetapkan tersangka. Kami berkomitmen tidak memberikan ruang bagi pelaku kejahatan memanfaatkan kondisi ini untuk kepentingan pribadi," ujarnya.

Dia menambahkan, penyidik Kejati Kalbar juga telah menyita paket sembako yang baru dibeli setelah kejaksaan mulai mengusut dugaan korupsi tersebut.

"Kami sangat menyayangkan terjadinya penyimpangan atau penyelewengan dalam penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19 tersebut," katanya.


Editor : Reza Yunanto