Lapas Perempuan Pontianak Latih Ratusan Napi dengan Keterampilan Ekonomi Kreatif

Uun Yuniar · Rabu, 21 April 2021 - 10:19:00 WIB
Lapas Perempuan Pontianak Latih Ratusan Napi dengan Keterampilan Ekonomi Kreatif
Warga binaan di Lapas Perempuan Pontianak. (Foto: Antara)

PONTIANAK, iNews.id - Lapas Kelas IIA Perempuan Pontianak melatih para warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan berbasis ekonomi kreatif. Pelatihan itu agar para WBP bisa produktif selepas dari lapas.

"Kegiatan yang melibatkan 255 WBP tersebut diimplementasikan dalam bentuk 'One Day One Prison Product' yang pemasarannya melalui perantara pegawai Lapas Perempuan Pontianak," kata Kalapas Perempuan Pontianak, Jaleha Khairan Noor di Pontianak, Selasa (20/4/2021).

Dia menjelaskan, kegiatan yang melibatkan sebanyak 255 WBP tersebut diimplementasikan dalam bentuk kewajiban seluruh pegawai Lapas Perempuan Pontianak membeli seluruh produk kerajinan sandang hingga berbagai jenis kuliner lokal hasil karya warga binaan tersebut.

"Selain itu, kami juga membantu dalam hal memasarkan berbagai produk warga binaan itu kepada pihak luar," ujarnya.

Menurutnya sekitar 90 persen dari sebanyak 255 WBP perempuan itu terkait kasus narkoba, sehingga mereka diberikan rehabilitasi sosial dalam bentuk pendampingan dan pembinaan mental serta keterampilan kemandirian.

"Mereka kami berikan pembinaan untuk mentalnya dan masalah keagamaannya, kemudian juga keterampilan untuk kemandirian mereka saat nanti setelah bebas," ujarnya.

Sementara itu Kabid Pembinaan Bimbingan dan TI Kanwil Kemenkumham Kalimantn Barat, Eka Jaka Riswantara juga mengharapkan kepada petugas Lapas Perempuan Pontianak untuk membeli produk dari warga binaan pemasyarakatan yang bisa dipakai dalam keseharian.

"Ini merupakan salah satu upaya dari pemerintah untuk membantu memasarkan produk narapidana dan membantu mengenalkan kepada masyarakat secara umum," ujarnya.

Dia juga berharap berbagai program yang dilakukan pihaknya bisa merubah perilaku positif para WBP setelah bebas dan kembali kepada masyarakat  nantinya.

Editor : Reza Yunanto