Malaysia Pulangkan 73 WNI via PLBN Entikong, Termasuk 3 Orang Anak

Antara ยท Senin, 01 Juni 2020 - 17:18 WIB
Malaysia Pulangkan 73 WNI via PLBN Entikong,  Termasuk 3 Orang Anak
Malaysia deportasi 73 WNI melalui PLBN Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. (Antara)

PONTIANAK, iNews.id - Pemerintah Malaysia kembali mendeportasi 73 warga negara Indonesia (WNI) melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Dari puluhan orang yang dideportasi itu, tiga orang di antaranya anak-anak yang mengikuti orang tua.

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran (BKP2MI) Kalbar, Kombes Erwin Rachmat mengatakan, 73 WNI yang dipulangkan itu melalui PLBN Entikong. Mereka yang dipulangkan itu sudah melewati pemeriksaan protokol kesehatan untuk memastikan tidak membawa virus corona (Covid-19).

"Kepulangan mereka sudah melalui protokol kesehatan di Entikong. Rapid test sudah, dan hasilnya semua negatif," ujarnya di Pontianak, Senin (1/6/2020).

Dia mengatakan, dari 73 WNI yang dideportasi itu, tiga orang di antaranya anak-anak. Ketiganya bukan dideportasi namun patriasi (pemulangan) bersama ibu mereka.

"Patriasi ibu dan anaknya ini menghadap langsung dan melapor ke Konsulat Kuching lalu difasilitasi kepulangannya. Artinya 69 orang dideportasi lalu sisanya patriasi," ujarnya.

Dia menjelaskan, dari 73 orang itu, 33 orang merupakan warga Kalbar. Sementara itu, satu orang berasal dari Jawa Barat, lima orang berasal dari Jawa Tengah, kemudian 16 orang dari Jawa Timur.

Selanjutnya, satu orang berasal dari Sumatera Utara, satu orang dari Sulawesi Tengah, kemudian tiga orang dari Nusa Tenggara Barat, empat orang dari Nusa Tenggara Timur.

"Kemudian dari Sulawesi Barat ada dua orang, Sulsel enam orang dan terakhir dari Aceh yaitu satu orang," tuturnya.

Erwin mengatakan, untuk pemulangan WNI yang berasal dari luar Kalbar masih menunggu jadwal keberangkatan kapal. BP2MI saat ini masih terus berkomunikasi dengan UPT BP2MI Jawa Tengah guna mengatasi kepulangan PMI yang berasal dari daerah pulau Jawa.


Editor : Reza Yunanto