Mulai Ngantor Lagi, ASN Pemkot Pontianak Layani Warga dengan Protokol Covid-19

Antara ยท Selasa, 26 Mei 2020 - 12:36 WIB
Mulai Ngantor Lagi, ASN Pemkot Pontianak Layani Warga dengan Protokol Covid-19
ASN Pemkot Pontianak mulai kembali bekerja di kantor, Selasa (26/5/2020). (Foto: Antara)

PONTIANAK, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, Kalimantan Barat kembali membuka layanan publik untuk memberi pelayanan kepada warga. Pelayanan diberikan dengan menerapkan protokol Covid-19.

"Mulai hari ini, organisasi perangkat daerah (OPD) yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik mulai dibuka," kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Selasa (26/5/2020).

Dia menambahkan, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Pontianak juga mulai bekerja seperti biasa dan tidak lagi bekerja dari rumah. Pengecualian bagi ASN yang mengalami gangguan kesehatan, diminta untuk tetap di rumah sampai kesehatannya pulih.

"Tetapi bagi siapa saja ASN yang lagi sakit atau tidak sehat jangan dulu masuk kerja dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Terkait situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir, dia meminta OPD yang bersentuhan dengan pelayanan publik agar memberikan pelayanan sesuai dengan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. ASN yang berhadapan langsung dengan masyarakat agar tetap menggunakan masker, menjaga jarak aman dan selalu cuci tangan menggunakan sabun.

"Kami berharap dengan suasana Lebaran ini, maka menjadi momentum baru bagi para ASN di lingkungan Pemkot Pontianak dalam melaksanakan tugasnya," katanya.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, hari pertama masuk setelah libur Lebaran ini tidak diikuti dengan inspeksi mendadak (sidak) terhadap ASN di tiap unit. Salah satu pertimbangan karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, ada beberapa ASN yang tidak mudik.

"Kami percayakan langsung pada kepala OPD masing-masing dalam pengawasan pada bawahannya. Lebaran tahun ini para ASN tidak mudik Lebaran sebagai upaya pencegahan dan memutus rantai penyebaran Covid-19," katanya.


Editor : Reza Yunanto