Pemerintah Lepas Status Hutan Lindung 6.901 Hektare Lahan di Sekadau Kalbar

Antara ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 12:02 WIB
Pemerintah Lepas Status Hutan Lindung 6.901 Hektare Lahan di Sekadau Kalbar
Ilustrasi: Warga melihat lahan yang dibakar di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. (Antara)

SEKADAU, iNews.id - Pemerintah melepas status hutan lindung dari lahan seluas 6.901 hektare di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Pelepasan status itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

"Kita dapat kabar gembira, kita sudah menerima SK dari Menteri LHK terkait pelepasan kawasan hutan lindung," kata Bupati Sekadau, Rupinus, Kamis (30/7/2020).

Rupinus mengatakan, pelepasan status hutan lindung tersebut sebenarnya merupakan usulan Pemerintah Kabupaten Sekadau pada September 2019 lalu.

Kawasan hutan lindung yang dibebaskan itu yakni hutan lindung Gunung Naming - Lubuk Lintang - Gunung Burung, Gunung Biwa, Hutan Produksi Terbatas Gunung Tinjil, Sungai Buayan, Sungai Kenyabur, dan Hutan Produksi Tetap Gunung Tinjil - Sungai Buayan, Sungai Kenyabur, Gunung Betung, Gunung Jabai, Sungai Sekayam, dan Sungai Mengkiang dengan total seluas 69.011.962 meter persegi.

Pelepasan tersebut dilakukan melalui perubahan batas kawasan hutan untuk sumber tanah proyek reforma agraria.

"Jadi menurut informasi, di Provinsi Kalimantan Barat satu-satunya kabupaten yang mendapat SK tersebut adalah Sekadau," katanya.

Dia berharap, setelah diterimanya putusan Menteri LHK yang membebaskan kawasan hutan menjadi bukan kawasan hutan lindung itu, bisa memberikan manfaat kepada masyarakat karena di SK sudah tercantum nama dan luas tanah yang dibebaskan.

"Ada semua daftar nama desa, semoga itu bermanafaat bagi masyatakat baik untuk permukiman, perkebunan dan untuk pertanian masyarakat," katanya.

Terkait pelepasan kawasan hutan lindung itu, Pemkab Sekadau akan melakukan koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional.

"Sehingga nama-nama dalam SK pelepasan kawasan itu menjadi prioritas dalam pembuatan sertifikat tanah secara gratis," katanya.


Editor : Reza Yunanto