Pemkot Pontianak Cium Penyimpangan Distribusi Elpiji, Pangkalan Nakal Bakal Ditertibkan

Antara ยท Senin, 20 Juli 2020 - 18:09 WIB
Pemkot Pontianak Cium Penyimpangan Distribusi Elpiji, Pangkalan Nakal Bakal Ditertibkan
Warga Pontianak berdesakan di pangkalan demi mendapat gas elpiji 3 Kg. (iNews.id/Uun Yuniar)

PONTIANAK, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mencium adanya penyimpangan distribusi elpiji bersubsidi. Sejumlah pangkalan menjual elpiji bersubsidi bukan kepada masyarakat yang berhak.

"Sehingga salah satu langkah kami kemarin, yakni melakukan operasi pasar dalam memudahkan masyarakat mendapatkan elpiji subsidi," ujarnya.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Pemkot Pontianak, Haryadi Triwibowo di Pontianak, Senin (20/7/2020). Dia mengatakan, indikasi penyimpangan itu berdasarkan informasi yang menyebut pangkalan menjual elpiji bersubsidi ke pengecer, yang kemudian dijual lagi ke rumah makan, restoran dan pihak lain yang seharusnya tidak berhak.

"Sehingga salah satu langkah kami yakni melakukan operasi pasar dalam memudahkan masyarakat mendapatkan elpiji subsidi," ujarnya di Pontianak, Senin (20/7/2020).

Dia menambahkan, bila tidak ada penyimpangan distribusi elpiji bersubsidi, kuota yang disediakan saat ini sebanyak 21.000 ribu tabung per hari sebenarnya telah mencukupi kebutuhan di Pontianak.

Namun kenyataan di lapangan, banyak warga miskin dan UKM yang kesulitan mendapat elpiji bersubsidi itu lantaran pangkalan kehabisan kuota.

"Semestinya kalau memang elpiji itu hanya dibeli oleh masyarakat yang berhak, kuota sekitar 21 ribuan tabung per hari bisa mencukupi kebutuhan masyarakat. Tetapi karena banyak dibeli oleh yang tidak berhak, maka terjadi antrean di pangkalan-pangkalan," katanya.

Tak cuma menjual kepada yang tidak berhak, beberapa pangkalan bahkan terindikasi menjual elpiji bersubsidi itu di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Dia mengatakan, selanjutnya pemerintah akan melakukan penertiban pangkalan-pangkalan elpiji nakal tersebut.

"Bila memang diperlukan maka izinnya usaha akan kami cabut," katanya.


Editor : Reza Yunanto