Pencabulan Anak oleh Oknum Satlantas Pontianak, KPPAD Kalbar Berikan Perlindungan kepada Korban

Antara ยท Minggu, 20 September 2020 - 06:27 WIB
Pencabulan Anak oleh Oknum Satlantas Pontianak, KPPAD Kalbar Berikan Perlindungan kepada Korban
Ilustrasi pencabulan anak (Foto: Okezone/stutterstock)

PONTIANAK, iNews.id - Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat (Kalbar) memberikan perlindungan khusus terhadap anak di bawah umur yang menjadi korban dugaan pencabulan oleh seorang oknum anggota Satlantas Polresta Pontianak. Selain itu, KPPAD telah melakukan pendampingan psikologi dan menyiapkan penasihat hukum untuk korban.

"Korban juga saat ini sudah kami amankan, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Komisioner KPPAD Kalbar, Nani Wirdayani, di Pontianak, Sabtu (19/9/2020).

Dia menambahkan, selain kepada korban, perlindungan juga diberikan kepada kedua orang tua korban serta saksi-saksi.

Sebelumnya, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Komarudin menyatakan, pemeriksaan terhadap oknum polisi dengan pangkat brigadir yang diduga melakukan perbuatan cabul masih dilakukan pemeriksaan. Polisi telah menerima laporan masyarakat terkait dugaan pencabulan itu beberapa hari yang lalu.

"Kasus itu berawal dari laporan orang tua korban, karena sampai dengan sore hari, anaknya belum kembali. Saat dicari, orang tua bertemu rekan korban yang sebelumnya berangkat bersama dari rumah menuju Pontianak," ujarnya.

Berdasarkan laporan rekan tersebut, korban sedang bersama oknum anggota Satlantas Polresta Pontianak. Kedua orang tua korban lantas melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Aparat lantas melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap oknum itu, terkait benar tidaknya laporan tersebut.

“Yang pasti proses ini sedang berjalan," ujarnya.

Dia menambahkan, oknum polisi tersebut diduga kuat melanggar disiplin. Yang bersangkutan bukan anggota lapangan melainkan anggota staf, namun saat dilaporkan sedang berada di lapangan.

"Sambil kami menunggu hasil pemeriksaan, korban juga langsung dilakukan visum dokter yang saat ini masih menunggu hasilnya. Saya pastikan kami serius menangani kasus ini," katanya.

Bila terbukti pencabulan tersebut benar, perbuatan oknum itu mencoreng citra Polri di tengah upaya meningkatkan profesionalisme.


Editor : Umaya Khusniah