Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Kapuas Diperluas Jadi 2 KM dari Titik Jatuh

Antara ยท Kamis, 28 Mei 2020 - 18:38 WIB
Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Kapuas Diperluas Jadi 2 KM dari Titik Jatuh
Proses pencarian warga yang hilang karena jatuh ke Sungai Kapuas (Antara)

KAPUAS HULU, iNews.id - Pencarian korban tenggelam di Sungai Kapuas, Kecamatan Jongkong, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar) belum menemukan hasil hingga hari keempat. Tim pencarian memutuskan kembali meluaskan wilayah pencarian.

"Pencarian masih kami lakukan dengan memperluas titik-titik pencarian," kata Ketua Tim Reaksi Cepat Pramuka Kapuas Hulu, Aliyanto dihubungi di Putussibau, Kamis (28/5/2020).

Dia mengatakan, sebelumnya tim melakukan pencarian di sekitar titik jatuh korban. Kemudian karena belum membuahkan hasil, area pencarian orang hilang ini diperluas tiap harinya ke arah hilir sungai.

Hingga hari keempat, karena pencarian belum membuahkan hasil, tim memutuskan meluaskan wilayah pencarian menjadi 2 km dari titik jatuh korban.

"Mulai dari jarak satu kilometer dari lokasi tenggelam, meluas menjadi satu setengah kilometer dan sekarang dua kilometer," ujarnya.

Menurutnya, tim gabungan juga sudah mendirikan posko di bagian hilir sungai Kapuas, yaitu di Desa Piasak Kecamatan Selimbau.

"Tim gabungan bersama masyarakat terus melakukan penyisiran di sepanjang sungai Kapuas di daerah tersebut," katanya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria bernama Asran Mawarin (50) terjatuh di Sungai Kapuas, Senin (25/5/2020). Warga Desa Joki Tengah, Kecamatan Jongkong, Kabupaten Kapuas Hulu itu tiba-tiba jatuh saat mengemudikan perahu cepat.

Korban berangkat dari Dusun Penelat menuju Desa Jongkong Pasar bersama dua anaknya, yaitu Shallman (22) dan Ilham (15) dengan menggunakan perahu cepat berkekuatan 3,3 PK.

“Di tengah perjalanan di Sungai Kapuas itu, tiba-tiba korban terjatuh dari perahu dan langsung tenggelam,” kata Kapolsek Jongkong, AKP Josni Sibarus.

Menurut keterangan salah seorang anaknya, korban mengeluh sering pusing sehari sebelum kejadian.


Editor : Reza Yunanto