Penularan Cepat Covid-19 Bisa Terjadi saat Bukber dan Tarawih

Binti Mufarida ยท Jumat, 30 April 2021 - 17:14:00 WIB
Penularan Cepat Covid-19 Bisa Terjadi saat Bukber dan Tarawih
Ilustrasi buka bersama.

JAKARTA, iNews.id - Masyarakat diminta mewaspadai penyebaran Covid-19 dari berbagai klaster buka bersama hingga tarawih. Penularan bisa Terjadi secara cepat dalam waktu singkat (superspreader).

“Ini sangat mengkhawatirkan kita karena kemungkinan terjadinya superspreader terjadi pada klaster ini,” kata Juru Bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dalam Konferensi Pers Indikasi Lonjakan Kasus Covid-19, Jumat (30/4/2021).  

Nadia mengatakan superspreader ini bisa terjadi dalam waktu yang singkat karena interaksi tidak menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Akibatnya menyebabkan munculnya kasus yang positif di berbagai klaster ini.

“Terutama kita ketahui bahwa terdapat tiga faktor utama yang diduga terkait dengan adanya klaster ini. Yang pertama adalah tentunya kelalaian kita dalam melaksanakan protokol kesehatan, terutama saat melaksanakan ibadah tarawih berjamaah,” kata Nadia.

Nadia pun mencontohkan apa yang terjadi Banyumas yang terjadi klaster tarawih yang menyebabkan 51 orang positif Covid-19. “Sejumlah 51 orang ini shalat Tarawih di dalam 2 masjid yang berbeda dan terpapar Covid-19 setelah ada satu jamaah yang memang sudah kemudian positif Covid-19 nya, jamaah tersebut walaupun sudah sakit tetap berangkat tarawih,” katanya.

Tentunya hal seperti ini, tegas Nadia, harus menjadi perhatian. “Bahwa kita sudah tahu bahwa ini demi keselamatan kita bersama. Pemerintah sudah memberikan sedikit relaksasi untuk kita melakukan ibadah kita, tapi harus melakukan protokol kesehatannya ketat," katanya.

“Ini sangat mengkhawatirkan kita karena kemungkinan terjadinya superspreader terjadi pada klaster ini,” kata Juru Bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dalam Konferensi Pers Indikasi Lonjakan Kasus Covid-19, Jumat (30/4/2021).  

Nadia mengatakan superspreader ini bisa terjadi dalam waktu yang singkat karena interaksi tidak menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Akibatnya menyebabkan munculnya kasus yang positif di berbagai klaster ini.

“Terutama kita ketahui bahwa terdapat tiga faktor utama yang diduga terkait dengan adanya klaster ini. Yang pertama adalah tentunya kelalaian kita dalam melaksanakan protokol kesehatan, terutama saat melaksanakan ibadah tarawih berjamaah,” kata Nadia.

Nadia pun mencontohkan apa yang terjadi Banyumas yang terjadi klaster tarawih yang menyebabkan 51 orang positif Covid-19.

“Sejumlah 51 orang ini shalat Tarawih di dalam 2 masjid yang berbeda dan terpapar Covid-19 setelah ada satu jamaah yang memang sudah kemudian positif Covid-19 nya, jamaah tersebut walaupun sudah sakit tetap berangkat tarawih,” katanya.

Tentunya hal seperti ini, tegas Nadia, harus menjadi perhatian.

“Bahwa kita sudah tahu bahwa ini demi keselamatan kita bersama. Pemerintah sudah memberikan sedikit relaksasi untuk kita melakukan ibadah kita, tapi harus melakukan protokol kesehatannya ketat," katanya.

Editor : Reza Yunanto