Satpol PP Sita 15 Tabung Elpiji Bersubsidi dari Rumah Makan dan Warkop di Pontianak

Antara ยท Senin, 03 Agustus 2020 - 15:35 WIB
Satpol PP Sita 15 Tabung Elpiji Bersubsidi dari Rumah Makan dan Warkop di Pontianak
Satpol PP bersama Pertamina menyita 15 tabung elpiji bersubsidi dari rumah makan dan warung kopi di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (3/8/2020). (Antara)

PONTIANAK, iNews.id - Satpol PP Kota Pontianak dan Pertamina Wilayah Kalimantan Barat melakukan razia penggunaan elpiji bersubsidi. Sebanyak 15 tabung elpoji bersubsidi kemasan 3 kilogram disita dari rumah makan dan warung kopi di Pontianak.

"Dari beberapa titik yang kami raiza, sebanyak 15 tabung elpiji tiga kilogram kami sita dari pemilik rumah makan dan warung kopi di kawasan Jalan Purnama," kata Kepala Seksi Pembinaan dan Penyuluhan Satpol PP Kota Pontianak, Muhamad Ishak, Senin (3/8/2020).

Dia menjelaskan, razia tersebut dilakukan karena masih ada indikasi para pemilik rumah makan dan warung kopi yang menurut aturan tidak boleh menggunakan elpiji bersubsidi lagi, tetapi malah masih menggunakannya.

Razia yang digelar juga terkait dengan informasi dari masyarakat yang melaporkan masih ada pemilik usaha seperti rumah makan dan warung kopi yang menggunakan elpiji subsidi itu.

"Hasilnya memang masih ada para pemilik rumah makan dan warung kopi di kawasan Purnama dan Kota Baru yang kedapatan menggunakan elpiji subsidi tersebut," katanya.

Dia menambahkan, penertiban ini dilakukan sesuai dengan Permen ESDM No. 26 tahun 2018 dan Perda Ketertiban Umum No. 11 tahun 2019 yang mengatur usaha yang memiliki omzet di atas Rp50 juta dilarang menggunakan elpiji subsidi.

Mereka yang kedapatan menggunakan elpiji bersubsidi tidak dikenakan sanksi hukum. Namun dilakukan penertiban untuk segera menukarkan tabung gas bersubsidi dengan tabung gas nonsubsidi.

"Penertiban ini sifatnya pembinaan, kepada pelaku usaha yang masih menggunakan elpiji tiga kilogram untuk segera menukarnya dengan tabung elpiji nonsubsidi," katanya.

Sementara itu, Sales Branc Manajer Pertamina Wilayah Kalbar, Farid Akbar menambahkan, dari hasil razia gabungan memang ternyata masih banyak pelaku usaha yang menggunakan elpiji tabung tiga kilogram. Padahal mereka sesuai aturan hukum tidak berhak menggunakan.

Dia menambahkan, penggunaan elpiji bersubsidi oleh yang bukan berhak seperti pelaku usaha ini, membuat masyarakat yang berhak menjadi kesulitan mendapat tabung gas elpiji bersubsidi. Hal ini yang menimbulkan terjadinya kelangkaan elpiji bersubsidi di Pontianak.

"Masih banyaknya pelaku usaha yang menggunakan elpiji subsidi berdampak pada berkurangnya jatah yang tadinya hak masyarakat tidak mampu, tetapi masih digunakan oleh yang tidak berhak," ujarnya.

Dia menambahkan, razia bersama Satpol PP akan terus dilanjutkan. Sebab ada kemungkinan pelaku usaha hotel, restoran, dan katering (horeka) yang juga masih menggunakan elpiji bersubsidi dalam menjalankan bisnisnya.

"Tujuannya adalah agar elpiji subsidi memang digunakan oleh masyarakat yang benar-benar berhak saja," katanya.


Editor : Reza Yunanto