Selama Ramadan, Stok Kebutuhan Pokok di Bengkayang Aman

Antara ยท Senin, 11 Mei 2020 - 11:44:00 WIB
Selama Ramadan, Stok Kebutuhan Pokok di Bengkayang Aman
Ilustrasi stok kebutuhan pokok (Antara)

BENGKAYANG, iNews.id - Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat memastikan stok kebutuhan pokok di wilayahnya aman selama Ramadan. Meski terjadi pandemi Covid-19, pasokan kebutuhan pokok masih lancar.

"Selama Ramadan ini dan meski di tengah pandemi Covid-19, ketersediaan bahan pokok masyarakat masih aman," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bengkayang, M Ali dikonfirmasi, Senin (11/5/2020).


Dia mengatakan, Tim Satgas Pangan Kabupaten Bengkayang telah melakukan pemantauan ketersediaan sembako di pasar-pasar tradisional. Selama Ramadan, tidak terpantau adanya kekosongan stok kebutuhan pokok.

"Ketersediaan bahan pokok sudah dipantau Tim Satgas Pangan pemerintah Kabupaten Bengkayang dan Polres Bengkayang," katanya.

Pemantauan juga dilakukan untuk menjamin harga agar tetap stabil untuk konsumen. Sebab ada kekhawatiran masa pandemi Covid-19 membuat harga komoditas tertentu menjadi naik. Namun saat ini belum ada laporan kenaikan yang tak wajar di penjual kebutuhan pokok.

"Jangan sampai ada juga pedagang atau pengusaha yang seenaknya menaikkan harga. Kami koordinasi dengan distributor dari Pontianak. Ini aman sampai Idul Fitri," ucapnya.

Dia menegaskan Tim Satgas Pangan juga sudah mengimbau kepada para pedagang tidak melakukan penimbunan. Selain akan melambungkan harga, hal itu juga bertentangan dengan hukum. Dia memastikan akan meminta Polres Bengkayang untuk menindak penimbun.

"Penimbunan menyebabkan stok di pasar berkurang dan harga melonjak naik. Nah, itu pasti ditindak," kata dia.

Hingga separuh lebih bulan ramadan, harga kebutuhan pokok di Bengkayang terbilang normal. Seperti yang diakui seorang warga bernama Wati.

"Di tengah wabah Covid-19 ini, masyarakat susah mencari pemasukan. Nah, jangan sampai dibebankan lagi dengan kebutuhan hidup berupa kebutuhan pokok y ang tinggi," katanya.

Editor : Reza Yunanto