Siapkan Rp30 Miliar, Wali Kota Pontianak: Kami Serius Bangun Jembatan Kapuas I

Antara ยท Senin, 06 Juli 2020 - 12:44 WIB
Siapkan Rp30 Miliar, Wali Kota Pontianak: Kami Serius Bangun Jembatan Kapuas I
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. (Antara)

PONTIANAK, iNews.id - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk membangun Jembatan Kapuas I. Keseriusan itu diwujudkan dengan menyiapkan Rp30 miliar untuk pembebasan lahan.

"Kami cukup serius menyelesaikan lahan rencana pembangunan Jembatan Paralel Kapuas I, karena ini Prioritas mengatasi kemacetan di Kota Pontianak," ujar Edi di Pontianak, Senin (6/7/2020).

Edi menegaskan, tugas Pemkot Pontianak sebatas menyediakan lahan, dan karena itu biaya pembebasan lahan bersumber dari APBD Pontianak. Sedangkan pembangunan jembatan merupakan tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Pemkot dalam hal ini pembebasan lahan saja. Pembangunan konstruksi dari pusat," tuturnya.

Edi menuturkan, proses pembebasan lahan ditarget bisa selesai tahun ini. Tim penilai sedang bekerja untuk menentukan besaran nominal ganti rugi tanah yang akan digunakan untuk pembangunan jembatan.

Menurutnya, pembebasan lahan untuk pembangunan Jembatan Paralel Kapuas I akan lebih mudah dibanding Jembatan Paralel Landak sebelumnya. Sebab status kepemilikan lahan yang akan dibebaskan kali ini sudah jelas.

"Proses pembebasan lahan akan memakan waktu lama ketika terjadi sengketa, karena masing-masing pihak saling klaim berhak atas ganti rugi tanah. Jika tidak ada sengketa, saya yakin prosesnya akan lebih cepat," katanya.

Dia mengatakan, setelah proses ganti rugi selesai, semua berkas akan diberikan kepada Kementerian PUPR yang
akan melanjutkan pengerjaan konstruksi jembatan.

Menurut Edi, pembangunan jembatan ini salah satu prioritas Kementerian PUPR yang akan dituntaskan.

"Setelah proses ganti rugi selesai, maka berkas-berkas tersebut selanjutnya diteruskan ke Kementerian PUPR. Pembangunan Jembatan Paralel Kapuas I merupakan prioritas Kementerian PUPR untuk dituntaskan," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto