Siswa Sulit Akses Internet, Bupati Landak Dorong Dana Desa untuk Wifi Gratis

Antara ยท Kamis, 20 Agustus 2020 - 13:09:00 WIB
Siswa Sulit Akses Internet, Bupati Landak Dorong Dana Desa untuk Wifi Gratis
Bupati Landak Karolin Margaret Natasa. (Antara)

LANDAK, iNews.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak, Kalimantan Barat mendorong penggunaan dana desa untuk pengadaan wifi gratis. Hal itu bisa dilakukan untuk mengatasi masalah sejumlah siswa yang kesulitan mengakses internet.

Terobosan itu telah dilakukan Pemerintah Desa Tempoak. Desa tersebut mengalokasikan dana desa untuk pengadaan alat wifi penyedia akses internet bagi masyarakat.

"Seperti yang dilakukan Pemerintah Desa Tempoak yang mengadakan wifi gratis untuk menunjang kegiatan belajar daring siswa di kantor desanya. Setidaknya ini bisa diikuti oleh pemerintah desa lainnya," kata Bupati Landak Karolin Margaret Natasha di Ngabang, Kamis (20/8/2020).

Karolin mengaku sangat mendukung kebijakan yang dilakukan pemerintah Desa Tempoak. Dia berharap kebijakan ini dapat diadopsi oleh desa lainnya.

"Kita juga berharap dan jika memang masih ada dana desa yang dapat digunakan, kepada seluruh kepala desa di wilayah Kabupaten Landak dengan kondisi sulit mengakses internet, dapat menyediakan wifi ini secara gratis," tuturnya.

Mantan anggota DPR dari PDIP ini juga berpesan agar para siswa dapat menggunakan layanan gratis secara tepat guna mendukung proses belajar yang diberlakukan selama pandemi Covid-19 ini.

"Gunakan internet ini dengan bijak khususnya untuk mengerjakan tugas sekolah, jangan untuk game online," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Tempoak, Damianus memaparkan kalau ide untuk menyediakan jaringan internet berupa wifi gratis ini timbul saat melihat warganya kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran daring.

"Karena kita kesulitan mengakses internet, kemudian saya punya inisiatif untuk memasang antena penguat sinyal dengan radius sekitar 50 meter," tuturnya.

Dia menjelaskan, untuk biaya pembelian alat tersebut sekitar Rp3,8 juta. "Belum termasuk kuota internet yang kalau ditotalkan sekitar Rp5 juta," katanya.

Editor : Reza Yunanto

Bagikan Artikel: