Suami Istri Pekerja Migran di Pontianak Reaktif Rapid Test, Tak Bisa Pulang ke Semarang

Antara ยท Senin, 18 Mei 2020 - 09:13 WIB
Suami Istri Pekerja Migran di Pontianak Reaktif Rapid Test, Tak Bisa Pulang ke Semarang
KM Dharma Rucita yang membawa pekerja migran dari Pelabuhan Dwikora Pontianak menuju Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang (Foto: Antara/ I.C.Senjaya)

PONTIANAK, iNews.id - Pelabuhan Dwikora Pontianak, Kalimantan Barat tak mengizinkan dua orang suami istri pekerja migran yang hendak pulang kampung ke Semarang, Jawa Tengah. Saat melalui pemeriksaan rapid test, keduanya dinyatakan reaktif Covid-19.

Dua orang suami istri itu bagian dari 215 pekerja migran yang transit di Pontianak untuk melanjutkan perjalanan pulang kampung ke Semarang, Jawa Tengah menggunakan kapal laut KM Dharma Rucita, Minggu (17/5/2020).

Sebelum masuk ke kapal, seluruh pekerja migran itu harus menjalani protokol Covid-19 yaitu pemeriksaan suhu tubuh dan rapid test.

Namun, dua orang yang merupakan suami istri itu menunjukkan hasil reaktif. Sehingga dilarang masuk ke kapal.

"Dua orang hasilnya reaktif sehingga batal dipulangkan," kata Kepala Kantor Pelabuhan Dwikora, Rahmad Subakti di Pontianak, Minggu (17/5/2020) malam.

Dia mengatakan, keduanya diminta menunda kepulangan ke Semarang dan menjalani isolasi dulu selama 14 hari di rumah karantina yang telah disediakan di Pontianak.

Dengan batalnya dua orang tersebut, maka hanya 213 orang pekerja migran yang dipulangkan ke Semarang.

Dia menerangkan pencegahan dua pekerja migran itu sudah sesuai protokol Covid-19. Semua penumpang yang boleh naik ke kapal hanya yang memenuhi persyaratan kesehatan. Selain itu, barang bawaan para penumpang juga disemprot disinfektan.

Di dalam kapal pun diberlakukan pembatasan jarak antar satu penumpang dengan penumpang yang lain.

Menurutnya, gelombang pemulangan pekerja migran dari Pontianak masih akan terus berlangsung selama masa pandemi belum berakhir.


Editor : Reza Yunanto