Tak Punya Paspor hingga Judi Online, 121 Pekerja Migran Dideportasi via PLBN Entikong

Antara ยท Sabtu, 16 Mei 2020 - 11:25 WIB
Tak Punya Paspor hingga Judi Online, 121 Pekerja Migran Dideportasi via PLBN Entikong
PLBN Entikong (Antara)

SANGGAU, iNews.id - Sebanyak 120 orang pekerja migran Indonesia yang bekerja di Malaysia dipulangkan melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Proses pemulangan 120 orang itu dikawal kepolisian.

"Pengawalan pemulangan 121 pekerja ini kami lakukan mulai dari PLBN Entikong tujuan Pontianak dengan menggunakan dua unit kendaraan bus Damri dan enam unit mobil taksi," kata Kapolsek Entikong, AKP Novrial Alberti Kombo di Entikong, Sabtu (16/5/2020).

Dia menjelaskan, pengawalan dilaksanakan oleh kepolisian yang dilalui secara estafet sampai batas wilayah hukum Polres Sanggau dan Polres Kubu Raya hingga sampai di Pontianak.

Untuk tiba di Pontianak diperkirakan membutuhkan waktu selama delapan jam perjalanan. Pengawalan dilakukan petugas unit Lantas Polsek Entikong hingga perbatasan dengan wilayah Sekayam.

Menurutnya, berdasarkan keterangan dari Malaysia, 121 orang yang dipulangkan tersebut bermasalah karena menjadi pekerja migran nonprosedural. Terdiri atas 30 orang yang tidak memiliki paspor, 90 orang tidak memiliki permit, dan satu orang kedapatan melakukan judi online.

Sebelum dipulangkan ke Indonesia, mereka telah lebih dulu menjalani hukuman di Malaysia.

"Mereka ini terdiri dari 102 orang laki laki-laki, dan 19 orang perempuan yang berasal dari Kabupaten Bengkayang sembilan orang, Kayong Utara satu orang, Kubu Raya 11 orang, Landak tujuh orang, Mempawah 12 orang, Pontianak tiga orang, Sambas 63 orang, Sanggau lima orang, Singkawang sembilan orang, dan Sintang satu orang," katanya.

Sementara itu, mereka yang dipulangkan ini tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19 seperti masker dan pemeriksaan suhu tubuh selama perjalanan. Barang bawaaan mereka juga disemprot disinfektan.

"Para PMI ini harus menggunakan masker, cuci tangan dan melakukan pemeriksaan suhu tubuh. Selain itu juga dilakukan penyemprotan cairan disinfektan terhadap barang bawaannya serta pendataan secara rinci oleh para petugas yang berwenang," katanya.


Editor : Reza Yunanto