Transparansi Proyek APBD, Gubernur Sutarmidji: Kontraktor Tak Sesuai, Jangan Dipakai Lagi!

Antara ยท Kamis, 02 Juli 2020 - 18:02 WIB
Transparansi Proyek APBD, Gubernur Sutarmidji: Kontraktor Tak Sesuai, Jangan Dipakai Lagi!
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji (Antara)

PONTIANAK, iNews.id - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji meminta pelaksanaan proyek pembangunan fisik atau pengadaan di tingkat provinsi berlangsung transparan. Tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus terbuka kepada publik.

Sutarmidji meminta SKPD yang memiliki proyek pembangunan dan pengadaan melibatkan kontraktor untuk mendata ulang semua aset, dan membuka kepada publik terkait penggunaan anggaran.

"Kalau perlu kontraktor yang pekerjaannya tidak sesuai, jangan lagi dipakai, karena jangan sampai mereka mau enaknya saja dan ketika ada masalah, pemerintah yang disalahkan oleh masyarakat," katanya di Pontianak, Rabu (1/7/2020).

Sutarmidji menyampaikan itu terkait kontraktor atau perusahaan yang diwajibkan untuk menyetorkan kembali dana kepada pemerintah karena pekerjaannya tidak sesuai. Dia minta hal itu untuk disampaikan kepada publik, agar semua tahu kinerja pembangunan yang dilakukan oleh Pemprov Kalbar.

Mantan Wali Kota Pontianak dua periode itu menambahkan, saat ini ada sejumlah perusahaan yang diminta untuk mengembalikan dana pekerjaannya oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurutnya, jika BPK sudah meminta perusahaan untuk mengembalikan anggaran pengerjaan proyek yang ia dapat, maka dipastikan proyek itu bermasalah.

"Saya tidak ingin menyebutkan nama perusahaannya, namun, bocorannya perusahaan yang diminta untuk mengembalikan dananya itu adalah perusahaan yang mengerjakan proyek yang berasal dari dana APBN, karena perusahaan itu melakukan mark up untuk menyelesaikan proyeknya," katanya.

Sebagai Gubernur, dirinya ingin setiap proyek pembangunan yang dilakukan di Kalbar dapat dikerjakan oleh perusahaan yang bonafid dan memiliki integritas dalam menjalankan pekerjaannya.

"Karena saat ini kebanyakan kontraktor yang ada hanya sebatas kedok, mereka ikut lelang dan menang, ujung-ujungnya proyek yang ia dapat dijual kepada perusahaan lain. Ini yang saya tidak mau dan saya minta kepada aparat penegak hukum untuk memproses perusahaan-perusahaan yang seperti ini," katanya.

Dirinya menegaskan, berbicara seperti itu karena dia berani memastikan kalau tidak pernah menunjuk siapa pun untuk mendapatkan proyek, melainkan harus sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

"Silahkan cek saja setiap proyek yang ada di Kalbar, kalau ada nama anak saya, atau menantu saya yang mendapatkan proyek, silahkan laporkan. Karena saya sudah menegaskan kepada mereka untuk tidak main proyek," katanya.


Editor : Reza Yunanto