PONTIANAK, iNews.id - Fenomena tendangan kungfu mewarnai gelaran Liga 4 Kalimantan Barat 2026 pada babak penyisihan. Insiden tendangan berbahaya tersebut terjadi dalam dua pertandingan berbeda dan langsung mendapat perhatian serius dari panitia penyelenggara.
Dua kejadian tendangan kungfu Liga 4 Kalbar tercatat terjadi pada laga Persipon Pontianak melawan Persiwah Mempawah. Kemudian pertandingan antara Mirs 7 menghadapi Persibeng.
Aksi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pemain di lapangan sehingga panitia melalui Komisi Disiplin bergerak cepat menggelar sidang usai pertandingan.
Ketua Panitia Liga 4 Kalbar Lely Suheri mengatakan, tensi pertandingan di level Liga 4 memang cukup tinggi. Namun, tindakan berbahaya seperti tendangan kungfu tidak dapat ditoleransi.
“Liga 4 ini punya aura tersendiri di liga sepak bola indonesia. Memang di liga 4 ini semua pemain adalah amatir, kalau sudah di liga 3 atau 2 sudah profesional,” ujar Lely Suheri, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, insiden tendangan kungfu di Liga 4 ini tidak mencerminkan kesiapan pemain untuk naik ke jenjang yang lebih profesional dalam dunia sepak bola nasional.
Panitia penyelenggara melalui Komisi Disiplin kemudian menjatuhkan sanksi kepada pemain yang terbukti melakukan pelanggaran berupa larangan bermain satu pertandingan.
“Ini harus kita siasati agar ke depan tidak terjadi lagi fenomena tendangan kungfu,” katanya.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait