Ilustrasi aliran listrik lewat Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). (Foto: Sindo).
Antara

PONTIANAK, iNews.id - PLN mengaliri listrik di delapan desa perbatasan Indonesia-Malaysia Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar). Fasilitas ini diharap dapat menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Ada dua di Sanggau dan enam di wilayah Kapuas Hulu," kata GM PLN Unit Induk Wilayah Kalbar, Ari Dartomo, di Kecamatan Empanang, Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu (20/3/2021).

Peresmian penyalaan listrik perdana itu di pusatkan di Kecamatan Empanang wilayah Kapuas Hulu oleh Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan GM PLN Ari Dartomo, didampingi Ketua DPRD Kapuas Hulu Kuswandi.

Dua desa perbatasan di wilayah Sanggau yaitu Desa Ambawang dan Desa Palapasan. Sedangkan enam desa di Kapuas Hulu yaitu Desa Kumang Jaya dan Desa Laja Sandang Kecamatan Empanang.

Lalu Desa Kantuk Asam, Kantuk Bunut dan Desa Merakai Panjang Kecamatan Puring Kencana serta Desa Semuntik di Kecamatan Badau.

Menurut dia, PT PLN terus berupaya untuk melakukan pasokan listrik ke daerah perbatasan, namun dalam memenuhi pasokan listrik PLN memiliki keterbatasan.

"Listrik yang ada sekarang merupakan program khusus dari PLN Kalimantan Barat yang telah berusaha dengan berbagai upaya untuk menyediakan kebutuhan listrik khususnya daerah perbatasan," ujar dia.

Menurut dia, pembangunan listrik dengan tenaga disel akan semakin dibatasi, karena keterbatasan penyediaan minyak. Meski pun demikian PLN terus berupaya agar pasokan listrik di masyarakat dapat terpenuhi.

"Listrik itu adalah benda yang berbahaya, sehingga perlu dukungan dari semua pihak untuk membantu menyosialisasikan kepada masyarakat tentang penggunaan listrik yang aman," katanya.

Dia berharap dengan adanya listrik akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat di perbatasan.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal

BERITA TERKAIT