Tersangka pencurian di Pontianak dibebaskan melalui restorative justice. (Foto: iNewsTV/Uun Yuniar)
Uun Yuniar

PONTIANAK, iNews.id - Seorang suami mencuri tas pengunjung Rumah Sakit Santo Antonius, Pontianak, Kalimantan Barat. Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak memutuskan untuk membebaskan pelaku bernama Gilang melalui restorative justice.

"Pada hari ini Kejari Pontianak menghentikan kasus pencurian Pasal 362 KUHP," ujar Kepala Kejari Pontianak, Wahyudi dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (26/8/2022). 

Pencurian yang dilakukan Gilang terjadi pada 7 Juni 2022. Dia mencuri tas milik korban bernama Siska Harianja yang saat itu sedang membesuk keluarganya di Rumah Sakit Santo Antonius.

"Di depan kamar Markus 102, tersangka melihat ada pembesuk tidur," ujarnya.

Melihat kesempatan itu, Gilang mengambil tas milik korban. Di dalam tas terdapat uang tunai Rp2 juta dan handphone.

Usai mencuri, Gilang menggunakan uang hasil pencurian itu untuk kebutuhan istrinya yang sedang hamil delapan bulan. 

Namun tak lama Gilang tertangkap hingga ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Setelah diupayakan mediasi, Kejari Pontianak memutuskan untuk membebaskan Gilang karena memenuhi kriteria restorative justice. Pertimbangan lain, korban telah memaafkan Gilang.

Wahyudi membacakan keputusan pembebasan Gilang. Rompi merah yang dikenakan Gilang pun dilepas.

Setelah bebas, Gilang mengaku menyesali perbuatannya. Dia mengaku melakukan itu karena terdesak kebutuhan rumah tangga lantaran sudah empat bulan menganggur. 

"Menyesal. Spontanitas untuk kebutuhan keluarga," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto

BERITA TERKAIT