Mensos Risma saat memberikan motivasi dan bantuan kepada penyandang disabilitas korban kekerasan seksual berinisial S dan keluarganya di Kabupaten Sanggau, Kalbar. (ANTARA/HO-Kemensos)
Antara

JAKARTA, iNews.id - Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan motivasi kepada gadis penyandang disabilitas tunarungu yang menjadi korban kekerasan seksual di Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Korban berinsial S kini sudah bisa mendengar berkat pemasangan alat bantu dengar (ABD) dan menjalani terapi wicara agar dia setidaknya bisa mengucapkan kata 'tolong'.

"Kalau tidak bisa mendengar bagaimana bisa bicara? Setelah bisa mendengar dengan ABD maka bisa dilakukan terapi wicara. Setidaknya dia bisa bilang 'tolong' supaya ada pertahanan diri," ujar Mensos Risma, Kamis (9/12/2021).

Risma datang menemui S untuk menghibur dan menyemangatinya. Sambil bercerita, dia memotivasi korban untuk tidak berhenti meraih cita-cita.

"Kamu harus kuat ya sayang. Kamu harus bisa melanjutkan hidup mu ya," kata Risma saat menemui korban yang didampingi orang tuanya.

Risma mengaku sedih dengan kejadian yang menimpa S. Sebab hal tersebut juga banyak ditemuinya saat masih menjadi Wali Kota Surabaya.

"Saya minta supaya penyandang disabilitas, terutama anak disabilitas rungu dan wicara benar-benar diberikan perlindungan," ucapnya.

Kepada pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) yang mendampingi, Risma menekankan perlindungan bisa dari lingkungan, namun juga tak kalah penting dari si anak. Dengan ABD, selain untuk membantu kemampuan mendengar, juga menjadi awal dimulainya terapi wicara.

Sesuai arahan Risma, Balai Melati juga melakukan penyerahan dan pemasangan ABD di Dinsos Sintang kepada empat penerima manfaat di Kabupaten Sintang dan tiga orang di Sanggau.

Pada kesempatan tersebut, Risma juga menyerahkan bantuan Atensi kepada korban dan keluarganya berupa susu, vitamin, bantuan sembako, telor, masker, beras dan uang tunai.

Diketahui, S diperkosa pelaku yang datang ke rumah korban di Dusun Noyan, Desa Noyan, Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau pada 28 November lalu. Ketika itu, pelaku datang untuk meminta ibu korban memijat.

Saat ibu korban pergi meninggalkan rumah membeli minuman dingin sesuai permintaan pelaku, dia memanfaatkan kesempatan mencabuli korban. Kasus ini sudah ditangani Polres Sanggau. Dalam pemeriksaan, polisi dibantu ahli bahasa isyarat.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT