Titik panas (hotspot) bermunculan di Kalimantan Barat berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Antara)
Antara

PONTIANAK, iNews.id - Puluhan titik api (hotspot) bermunculan di Kalimantan Barat (Kalbar). Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin menguat di sejumlah wilayah Kalbar.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Bengkayang, Damianus mengatakan, kemunculan hotspot di wilayahnya semakin banyak dalam sepekan.

"Titik hotspot tersebut cukup banyak beberapa hari ke belakang. Diduga lantaran cuaca panas dan bersamaan musim bakar ladang," uajr Damianus, Kamis (29/7/2021).

Dalam pantauan BPBD Bengkayang, ada 50 titik hotspot yang terpantau. Tidak adanya hujan dalam beberapa hari diprediksi akan menambah hotspot yang ada.

Sebelumnya karhutla sudah terjadi di Kota Singkawang dan Kabupaten Kapuas Hulu. 

Di Singkawang, lahan seluas satu hektare di dalam hutan di Kecamatan Singkawang Timur terbakar. Sementara di Kapuas Hulu, lahan seluas lebih dari satu hektare di Desa Nanga Kalis, Kecamatan Kalis juga terbakar.

Dua karhutla tersebut berhasil dipadamkan setelah terpantau dari satelit.

Sebelumnya BMKG telah memberi peringatan dini peningkatan suhu dan curah hujan yang rendah di Kalbar berpotensi menimbulkan karhutla.

"Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan waspada potensi kebakaran akibat rendahnya curah hujan," tulis BMKG dalam peringatan dininya.


Editor : Reza Yunanto

BERITA TERKAIT