Polres Kapuas Hulu menerapkan restorative justice dalam kasus curanmor. (Foto: Antara)
Antara

KAPUAS HULU, iNews.id - Polres Kapuas Hulu menghentikan penyidikan kasus pencuiran kendaraan bermotor (curanmor) melalui restorative justice. Penghentian penyidikan dilakukan berdasarkan alasan kemanusiaan.

Kasus curanmor itu terjadi di Dusun Melancau, Desa Sungai Mawang, Kecamatan Puring Kencana. Pelaku inisial RDS mengaku tak punya uang untuk pulang kampung ke Jawa setelah terkena PHK. 

Korban pencurian yang mendengar alasan tersebut memaafkan pelaku. Dia juga telah mendapatkan kembali motornya yang hilang hingga bersedia mencabut laporan polisi di Polsek Puring Kencana.

"Dengan alasan kemanusiaan korban memaafkan pelaku sehingga kami terapkan restorative justice," kata Kapolres Kapuas Hulu AKBP France Siregar, Selasa (31/5/2022).

Dia mengatakan, restorative justice dalam kasus curanmor ini pertama kali dilakukan oleh jajaran Polres Kapuas Hulu. Menurutnya prosedur restorative justice telah dilaksanakan sesuai persyaratan berdasarkan aturan hukum yang berlaku.

"Dari Januari hingga Mei 2022 ini baru pertama kali kasus curanmor dan pelakunya bukan asli Kapuas Hulu," tutur France.


Editor : Reza Yunanto

BERITA TERKAIT