Jenazah Bendahara KONI Kayong Utara, Ahmad Nurcholys saat ditemukan di Bogor, Sabtu (30/7/2022). (Foto: Insta Story Polres Bogor)
Uun Yuniar

KAYONG UTARA, iNews.id - Bendahara KONI Kayong Utara, Ahmad Nurcholys ditemukan tewas di bawah jembatan Desa Sukawangi, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sebelum tewas, dia berpamitan akan pergi mengurus harta warisan di Pati, Jawa Tengah.

"Dengan sahabat-sahabat lain dia bercerita untuk mengurus warisan di Pati, Jawa Tengah," kata Bakrie, salah satu kerabat korban dihubungi, Senin (1/8/2022).

Namun korban diduga tidak sampai ke Pati. Kakak kandungnya mengabarkan korban tak pernah datang ke Pati, tempat yang dituju untuk mengurus harta warisan.

"Saya menerima informasi dari kakak kandungnya yang di Kalimantan Tengah bahwa beliau tidak pernah ada ke Pati," tuturnya. 

Korban malah ditemukan tewas di Bogor pada Sabtu (30/7/2022).

Berdasarkan informasi dari Polres Bogor, jenazahnya ditemukan dalam kondisi tangan dan leher terikat serta kepala ditutup karung.

Bakrie mengaku terakhir bertemu dengan korban dua pekan sebelum penemuan jenazahnya. "Terakhir ketemu malam lebaran haji di salah satu warung kopi," katanya.

Jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga di Kayong Utara. Setibanya di rumah duka, jenazah korban dimandikan dan disholatkan di masjid terdekat lalu dimakamkan di TPU setempat.

Jenazah Bendahara KONI Kayong Utara, Ahmad Nurcholys tiba di rumah duka di Kayong Utara, Senin (1/8/2022) malam. (Foto: iNewsTV/Uun Yuniar)

Ketua KONI Kayong Utara, Daud Yordan tampak datang ke rumah duka. Dia mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban.

Mantan petinju nasional ini berharap kematian korban yang juga pengurus dan sahabatnya di Kayong Utara segera terungkap.

"Dia meninggal dunia ini dibunuh tentu sebuah kedukaan buat saya. Beliau ini sahabat saya," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto

BERITA TERKAIT