Banjir Kembali Rendam Melawi Kalbar, 1 Orang Tewas dan 300 Jiwa Mengungsi

Irfan Ma'ruf ยท Minggu, 13 September 2020 - 21:55 WIB
Banjir Kembali Rendam Melawi Kalbar, 1 Orang Tewas dan 300 Jiwa Mengungsi
Warga korban banjir di Melawi, Kalimantan Barat mengungsi ke tempat yang lebih aman. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Banjir kembali terjadi dan kali ini merendam 1.469 rumah di Kecamatan Sokan, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Minggu (13/9/2020). Banjir tersebut mengakibatkan seorang warga tewas dan memaksa 70 kepala keluarga (KK) atau 300 jiwa mengungsi. banjir sebelumnya melandah wilayah itu, Minggu (6/9/2020) dan Jumat (11/9/2020).

“Banjir juga membuat 1.469 kepala keluarga (KK) atau 5.369 jiwa terdampak,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangan tertulisnya.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Melawi telah berkoordinasi dengan SAR untuk evakuasi warga karena banyak anak-anak yang terjebak di rumah. Tinggi muka air dilaporkan bervariasi dari 60 sampai 250 sentimeter.

Dia mengatakan, Pemerintah Kecamatan Melawi dan perangkat desa telah memberikan bantuan dan terus mengupayakan bantuan berupa logistik maupun peralatan.

“Kondisi terkini yang diperbarui hingga pukul 17.23 WIB, cuaca di sebagian besar wilayah Kabupaten Melawi mendung dan banjir dilaporkan meluas hingga seluruh kecamatan,” ujarnya.

Menurut prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Barat hingga Selasa (15/9/2020) mendatang.

Selain Kalimantan Barat, wilayah lain yang memiliki prakiraan cuaca yang sama meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Melihat adanya dampak dari bencana yang dipicu oleh faktor cuaca dan hasil prakiraan cuaca dari BMKG tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta agar pemangku kebijakan di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana.


Editor : Kastolani Marzuki