Bapak dan Anak WNI Terlibat Penghinaan Lagu Indonesia Raya Ditangkap di Malaysia

Anton Suhartono ยท Minggu, 03 Januari 2021 - 13:00:00 WIB
Bapak dan Anak WNI Terlibat Penghinaan Lagu Indonesia Raya Ditangkap di Malaysia
Huzir Mohamed. (The Star)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Kepolisian Malaysia menangkap dua warga negara Indonesia (WNI) yang merupakan bapak dan anak. Keduanya ditangkap terkait penghinaan lagu Indonesia Raya yang diunggah di akun YouTube My Asean dan ASEAN CHANNEL ID.

Pejabat Kepolisian Malaysia, Huzir Mohamed menyebut, dua orang yang ditangkap itu seorang pria berusia 40 tahun dan putranya yang berusia belasan tahun.

Keduanya ditangkap di Lahad Datu pada 28 Desember 2020. Selain menghina Indonesia Raya, keduanya juga menghina lagu kebangsaan Malaysia, Negaraku. 

"Video di kedua akun telah dihapus tapi diunggah di beberapa aplikasi media sosial yang mengakibatkan reaksi negatif di kedua negara," kata Huzir dikutip dari The Star, Minggu (3/1/2021). 

Dia menambahkan, berdasarkan investigasi Unit Penyelidikan Khusus Kepolisian Malaysia, keduanya dituduh menghasut serta membagikan konten yang menyinggung dan mengancam. 

"Selain dua penangkapan di Lahad Datu, kerja sama antara kepolisian di sini serta mitra kami di Indonesia menyebabkan penangkapan seorang pelajar Indonesia pada 31 Desember sekitar pukul 20.00 di sebuah rumah Cianjur, Jawa Barat," katanya.

Menurut Huzir, siswa yang ditangkap di Cianjur itu terlibat adalam pembuatan video parodi lagu kebangsaan. Ponsel, SIM card, dan komputer yang diyakini digunakan untuk mengedit dan menyebarkan video ikut disita. 

"Siswa itu diyakini terlibat dalam pembuatan video dengan lirik yang dipardodikan," katanya. 

Menurutnya tidak akan kompromi menindak setiap individu yang dengan sengaja mencoba menciptakan situasi tidak harmonis yang dapat menimbulkan ketegangan dan provokasi antara kedua negara.

Editor : Reza Yunanto