Berbulan-bulan Tutup, Pengusaha Warkop di Pontianak Berharap New Normal Segera Dimulai

Antara ยท Rabu, 03 Juni 2020 - 12:11 WIB
Berbulan-bulan Tutup, Pengusaha Warkop di Pontianak Berharap New Normal Segera Dimulai
Warkop di Pontianak dilarang beroperasi selama pandemi Covid-19. (Foto: Ist)

PONTIANAK, iNews.id - Sejumlah pengusaha warung kopi (warkop) di Pontianak, Kalimantan Barat berharap pemerintah segera menerapkan new normal. Sejak merebaknya virus corona (Covid-19) mereka menutup usaha dan merumahkan karyawan.

"Omzet kami hampir tidak ada selama beberapa bulan ini atau bisa dibilang nol rupiah," kata Sekretaris Asosiasi Warung Kopi Pontianak (Awakpon), Yudi Lie, Rabu (3/6/2020).

Dia mengatakan, sejumlah pengusaha warkop telah merumahkan karyawan karena tak ada pemasukan. Bahkan, sebagian memilih menutup usahanya.

Yudi mengatakan, pandemi Covid-19 menghantam keras pengusaha warkop di Pontianak. Sejak merebaknya Covid-19, warkop awalnya boleh buka, namun tidak melayani minum di tempat. Kemudian pada akhirnya warkop dilarang buka.

Menurut Yudi, pengusaha warkop di Pontianak berharap new normal segera diterapkan. Dengan demikian, mereka bisa membuka kembali warkop mereka dan memulai kembali aktivitas perekenomian.

"Kami lebih ingin ada protokol kesehatan yang ketat di warung daripada tidak ada operasional sama sekali," ujarnya.

Yudi menuturkan, pengusaha warkop siap menerapkan protokol kesehatan seperti mewajibkan pengunjung pakai masker, dan mengatur jarak tempat duduk.

"Daripada kita tidak buka sama sekali. Karena biaya sewa tempat, cicilan kredit, dan pengeluaran kami jalan terus. Sementara pemasukan tidak ada. Kami siap diawasi,” ujarnya.

Sebagai kota berjuluk kota seribu warung kopi, sumber pendapatan asli daerah Pontianak dari warung kopi sangat signifikan.

Berdasarkan data Pemkot Pontianak, pajak restoran di mana usaha kafe dan warung kopi masuk di dalam kategori itu, ditargetkan menyumbang lebih dari Rp70 miliar per tahun atau sekitar Rp5,83 miliar per bulan.


Editor : Reza Yunanto