Berusia 151 Tahun, Rumah Betang yang Terbakar di Kalbar Ternyata Situs Budaya

Antara ยท Selasa, 21 Juli 2020 - 11:58 WIB
Berusia 151 Tahun, Rumah Betang yang Terbakar di Kalbar Ternyata Situs Budaya
Ilustrasi Rumah Betang Warga Suku Dayak di Kotawaringin Timur. (Antara/Ist)

KAPUAS HULU, iNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu, Kalimantan Barat menyebut Rumah Betang di Desa Nanga Nyabau yang hangus terbakar merupakan salah satu situs budaya. Rumah tersebut berusia sekitar 151 tahun.

"Rumah Betang Nanga Nyabau itu salah satu situs budaya kita," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Kapuas Hulu, Petrus Kusnaidi di Putussibau, Selasa (21/7/2020).

Dia mengatakan, berdasarkan data, rumah khas Suku Dayak Tamambaloh di Nanga Nyabau itu dibangun pada 1869. Rumah tersebut juga sudah dimasukkan dalam situs budaya.

"Tentu kami akan laporkan ke Kementerian Kebudayaan terkait kebakaran yang menghanguskan situs budaya tersebut," katanya.

Menurutnya, Rumah Betang di Desa Nanga Nyabau itu sudah beberapa kali diperbaiki. Kendati demikian, tiang-tiang rumah yang terbuat dari kayu ulin belum pernah diganti. Dia menuturkan, warga yang menempati rumah tersebut telah diingatkan untuk waspada terjadi kebakaran mengingat hampir seluruh bahan bangunan Rumah Betang terbuat dari kayu.

"Kami sudah sering mengingatkan kewaspadaan terhadap api di Rumah Betang. Namun yang terjadi itu adalah musibah. Kami turut prihatin," katanya.

Rumah betang di Desa Nanga Nyabau hangus terbakar pada Minggu (19/7/2020) malam. Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun memaksa sekitar 100 penghuninya mengungsi.

Polres Kapuas Hulu masih menyelidiki penyebab kebakaran. Namun, menurut keterangan saksi, api mulai terlihat dari salah satu dapur yang berada di salah satu bilik rumah dengan 35 pintu itu.

Rumah Betang Warga Suku Dayak di Desa Nanga Nyabau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat hangus terbakar, Minggu (19/7/2020) malam. (Antara)
Rumah Betang Warga Suku Dayak di Desa Nanga Nyabau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat hangus terbakar, Minggu (19/7/2020) malam. (Antara)

Editor : Reza Yunanto