Cegah Karhutla, Kepala Desa di Sintang Wajib Anggarkan Biaya Pencegahan Kebakaran

Antara ยท Senin, 06 Juli 2020 - 15:33 WIB
Cegah Karhutla, Kepala Desa di Sintang Wajib Anggarkan Biaya Pencegahan Kebakaran
Kebakaran lahan di Penjernang, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalbar. (Antara)

SINTANG, iNews.id - Pemerintah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat meminta tiap kepala desa menganggarkan biaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Anggaran tersebut untuk pengadaan alat pemadam kebakaran saat warga membakar lahan pertanian.

"Untuk itu saya minta pihak desa menganggarkan biaya gotong - royong untuk mengantisipasi terjadinya Karhutla," kata Wakil Bupati Sintang, Askiman, Senin (6/7/2020).

Askiman mengatakan, pembakaran lahan yang dilakukan warga untuk membuka ladang, sudah menjadi persoalan sejak lama. Untuk itu Bupati Sintang telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbu) Nomr 18 Tahun 2020 tentang cara pembukaan lahan bagi warga. Perbup itu dibuat agar Karhutla di Sintang bisa dikendalikan.

Dia menambahkan, salah satu contoh tata cara berladang dengan membakar lahan yang sudah berjalan dengan baik yakni di Kecamatan Kayan Hulu. Di kecamatan itu, pembakaran lahan untuk mulai berladang dilakukan secara rapi.

"Saat warga membakar ladang, sekat api bersih sampai ke kulit tanah dan jaraknya sampai empat meter. Kayu-kayu ditumpuk dengan rapi dan terpola, jadi saat menaman padi, susunan padi pun rapi," ucapnya.

Askiman yakin persoalan Karhutla akan bisa dikendalikan apabila masyarakat mematuhi peraturan Perbup yang telah disosialisasikan.

"Sinergitas semua pihak diperlukan, terutama pemerintahan desa agar dapat lebih aktif dalam pencegahan terjadinya Karhutla," tuturnya.


Editor : Reza Yunanto