Defisit 840 Ton, Harga Bawang Merah di Kalbar Melambung

Antara ยท Senin, 25 Mei 2020 - 17:52 WIB
Defisit 840 Ton, Harga Bawang Merah di Kalbar Melambung
Harga bawang merah di Pasar Kendal naik hingga 100 persen di awal Ramadan. (Foto: iNews/Eddie Prayitno)

PONTIANAK, iNews.id - Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) masih mengalami defisit bawang merah sebanyak 840 ton. Hal ini menyebabkan harga bawang merah menjadi tinggi.

Kepala Dinas Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kalbar Muhammad Munsif mengatakan, kebutuhan bawang merah di Kalbar memang masih mengalami banyak kekurangan. Kebutuhan komoditas bawnag merah di Kalbar mencapai 900 ton.

“Sementara Kalbar hanya mampu produksi 60 ton, artinya kita harus impor dari luar sebanyak 840 ton," kata Munsif Senin (25/5/2020).

Selain daging ayam, kata Musnif, harga bawang merah juga mengalami kenaikan.

“Bahkan sampai sekarang harganya masih bertahan antara Rp50.000 sampai Rp60.000 per kilogram,” katanya.

Akibat harga bawang merah yang terus bergejolak, pihaknya akan berusaha keras untuk mencari pasokan dari sentra produksi di luar Kalbar.

“Ke depan, akan mengupayakan untuk memperluas areal tanam bawang merah di Kalbar,” katanya.

Lebih lanjut Munsif mengatakan, untuk lokasi penanaman bawang merah pihaknya sudah menentukan beberapa daerah yang kondisi tanah dan geografisnya cocok untuk ditanami.

Sementara, untuk bawang putih, katanya, memang tidak bisa ditanam di Kalbar, karena memerlukan struktur tanah dan suhu yang berbeda dari iklim di Kalbar.

"Lokasi tanam yang cocok hanya di seputar wilayah Kabupaten Bengkayang," kata Munsif.

Menurutnya, kelangkaan bawang merah di Kalbar juga diikuti dengan bawang putih. Sebab diakui memang Kalbar tidak memiliki lokasi dan iklim yang ideal untuk menanam bawang putih.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto